Bertambah 32 Pasien Covid-19 di Sumbar, Jubir: Semuanya Klaster Pasar Raya

867

Jelang berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II pada 29 Mei 2020 menuju new normal di Sumbar, Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand bersama Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi melaporkan masih tingginya kasus baru pasien Covid-19.

Hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (26/5/2020), laboratorium yang dipimpin Dr. dr. Andani Eka Putra itu menyampaikan warga Sumbar terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 bertambah 32 orang.

“Semuanya dari klaster Pasar Raya Kota Padang. Sehingga total warga Sumbar terinfeksi Covid-19 sampai hari ini adalah 510 orang,” ungkap Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal.

Sementara untuk pasien sembuh, kata Jasman bertambah 15 orang sehingga totalnya sebanyak 201 orang. “Untuk rincian dan keterangan lainnya kami sampaikan sore nanti,” kata Jasman.

Sebagaimana diketahui, Pasar Raya Padang menjadi klaster terbesar penularan Covid-19 di Sumbar. Untuk antisipasi penyebaran, sudah mulai dilakukan uji swab terhadap pedagang.

Hingga sebelum Idul Fitri, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, Sabtu (23/5/2020), sudah dilakukan pengambilan swab selama tiga hari terhadap 557 pedagang untuk diuji di laboratorium. Target awalnya mencapai 1.000 pedagang.

Tes swab terhadap pedagang dilanjutkan Rabu (27/5/2020) mendatang. Karena saat ini cukup banyak pedagang yang pulang dan tidak berjualan selama masa Lebaran.

Dijelaskannya, penyebab masih belum tercapainya target swab pedagang Pasar Raya salah satunya karena enggannya sejumlah pedagang yang ikut diambil swabnya. Pasalnya, ajakan kepada pedagang untuk swab baru bersifat imbauan.

“Setelah ini tidak bersifat imbauan lagi,  tapi wajib periksa. Kita akan cari aspek hukumnya karena ini terkait penyakit menular,” tukasnya kepada Diskominfo Padang.(esg)