3 dari 10 Anak Mentawai Alami Stunting

14
Ilustrasi stunting. (NET)

Penurunan angka stunting di Kepulauan Mentawai diperlukan peran serta dari semua pihak. Pasalnya, saat ini saja, 3 dari 10 orang anak di Mentawai mengalami stunting. Persentase angka stunting di Kepulauan Mentawai tahun ini mencapai 32 persen.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Sekkab Kepulauan Mentawai, Rinaldi akhir pekan kemarin di aula kantor Bappeda Kepulauan Mentawai. Dia mengatakan, penurunan angka stunting di Kepulauan Mentawai harus menjadi prioritas.

“Diperlukan peran serta semua pihak untuk memberantas stunting di Kepulauan Mentawai. Kita harus bahu membahu memberantas stunting di Kepulauan Mentawai. Penanganan stunting tidak akan bisa diselesaikan oleh pemerintah tanpa dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.

Penjabat Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan beberapa waktu lalu mengatakan, percepatan penurunan angka stunting di Kepulauan Mentawai menjadi prioritas, selain sektor lainnya. Bagaimana pun, kata dia, nasib Mentawai ke depan tergantung pada generasi saat ini.

“Sektor kesehatan menjadi kunci dan nasib Mentawai ke depan. Untuk itu, diperlukan peran serta semua pihak mendukung penurunan angka stunting di Kepulauan Mentawai, lewat dukungan layanan kesehatan yang optimal. Baik kesehatan gizi di tingkat keluarga maupun layanan kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Libatkan Tokoh Agama Tekan Stunting

Percepatan penurunan angka stunting di Mentawai, kata dia, juga sebagai langkah mewujudkan masyarakat Mentawai yang sejahtera. Bila calon penerus generasi Mentawai sehat, kata dia, tentunya juga akan menjadi penentu nasib Mentawai ke depan.

“Percepatan penurunan angka stunting di Kepulauan Mentawai harus menjadi perhatian kita bersama. Ini juga sudah menjadi program dari pemerintah untuk menuntaskan angka stunting di Indonesia. Mari kita dukung dan harus kita laksanakan,” pungkasnya. (rif)