Ketua SPSP Minta Anggotanya Tangkal Anggapan Negatif Tentang Donor Darah

11

Ketua Umum SPSP Faisal Arif menyebut bahwa donor darah rutin dilakukan karena, kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Padang sangat tinggi. Kondisi itu perlu dukungan bersama untuk mengatasi kebutuhan tersebut.

Ia pun mengajak rekan-rekan SPSP untuk ikut berkontribusi mendonorkan darahnya. Tak lupa Faisal meminta anggota SPSP memberikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan agar mau mendonorkan darahnya ke UTD PMI. Setetes darah bermanfaat untuk orang lain.

Edukasi itu perlu dilakukan, karena banyak orang yang sehat secara jasmani dan kejiwaan, yang masih menganggap negatif bahwa donor darah itu sakit, karena melihat jarumnya yang besar.

“Kemudian, juga ada yang beranggapan bahwa donor darah berisiko menyebarkan penyakit, karena terjadi transfusi darah. Padahal, PMI sudah melakukan prosedural yang sangat aman, safety dengan peralatan steril, sehingga tidak ada potensi risiko menyebarkan penyakit,” ujarnya.

Selain itu, bagi yang perempuan juga banyak beranggapan bahwa setelah donor bisa menyebabkan gemuk. Sebenarnya, gemuk atau tidak itu bukan akibat donor darah, tapi masalah tidak mengontrol nafsu makan. “Tidak donor pun kalau makan-makan dan tidur-tiduran di rumah juga bisa gemuk,” kata Faisal.

Baca Juga:  Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Donor darah yang digelar PT Semen Padang bekerja sama dengan UTD PMI Kota Padang yang digelar sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB berlangsung antusias. Bahkan, sebanyak 326 kantong darah berhasil disumbangkan oleh SPSP.

“Alhamdulillah, jumlah darah yang kita sumbangkan ke PMI mencapai 326 kantong darah. Jumlah ini di atas target kita sebanyak 300 kantong darah. Untuk itu, saya sebagai Ketua Umum Serikat Pekerja Semen Padang, saya mengucapkan terima kasih kepada para pendonor,” kata Ketua SPSP, Faisal Arif. (*)