Warga Sumbar Terinfeksi Covid-19 telah Mencapai 19.670, Sembuh 85,23%

77
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal. (IST)

Total warga Sumbar terinfeksi virus korona (Covid-19) sejak awal pandemi hingga saat ini telah mencapai sebanyak 19.670 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk penambahan 185 orang warga yang baru  terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (28/11/2020). Sementara warga yang sembuh bertambah 164 orang sehingga total sembuh 16.764 orang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal, Sabtu (28/11/2020) malam.

“Jumlah spesimen diperiksa sebanyak 354.766 dan orang yang diperiksa sebanyak 254.680. Positivity rate 7,72%,” ujarnya.

Dari total 19.670 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 itu, sebanyak 16.764 orang (85,23%) telah sembuh, dirawat di berbagai rumah sakit 379 orang (1,93%), isolasi mandiri 1.889 orang (9,60%), isolasi provinsi 52 orang (0,26%), isolasi Kab/ Kota 162 orang (0,82%) dan meninggal dunia meninggal dunia 424 orang (2,16%).

Untuk hari ini, kata Jasman, Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso di bawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, melaporkan dari 3.420 sampel yang diperiksa (3.240 di Lab. Fak. Kedokteran Unand dan 180 di Lab. Veteriner Baso Kab. Agam 180 sample), terkonfirmasi tambahan 185 orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 orang di Kota Padang. Sedangkan pasien Covid-19 yang sembuh setelah 2 kali konversi negatif bertambah 164 orang dan meninggal dunia bertambah 5 orang,” jelas Jasman yang juga Pjs Bupati Solok Selatan ini.

Baca Juga:  Pengendalian Covid, Dr. Andani Minta Pemda Maksimalkan Satgas Nagari

Menurut Jasman, berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pada minggu ke-37 pandemi Covid-19 di Sumbar, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau. Sementara pada zona oranye, terdapat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang skornya rendah.

“Kasus positif dan adanya kasus maninggal meningkat tajam dalam Minggu ke-36 pandemi ini. Kita harapkan Pesisir Selaran agar lebih intens melakukan test PCR (swab) terhadap masyarakatnya. Tindakan tracking, tracing serta melakukan berbagai tindakan kesehatan lainnya sesuai protokol, yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan covid-19 dapat lebih baik lagi,” tegasnya.(rel/idr)

Previous articleDi Depan Wali Kota dan Mahasiswa, Fadli Zon Sampaikan Diplomasi Total
Next articleMulyadi-Ali Mukhni Ingin Bangun Sumbar dengan Prinsip Adil dan Merata