90 Persen Lulusan STIKes Alifah Padang Sudah Bekerja

75

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Alifah Padang gelar sidang senat terbuka dalam rangka wisuda angkatan ke-XVIII Diploma III Kebidanan dan angkatan ke-XIII Pendidikan Profesi Ners.

Sebanyak 56 mahasiswa resmi menyandang gelar Ahli Madya dan Profesi dalam wisuda kali ini. Mahasiswa yang diwisuda berasal dari program studi DIII Kebidanan 1 orang dan Profesi Ners 55 orang.

Wisuda tersebut digelar di Aula Hotel Pangeran Beach pada Rabu (30/3). Dihadiri oleh Kepala Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah X diwakili Kepala Bagian Umum Rahmi, SE, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Koordinator Fungsional Ahli Adminkes Madya Drg Ahmad Mardanus.M.Kes, Ketua dan Pengurus Yayasan Pendidikan Alifah Nur Ikhlas Padang serta petinggi lainnya.

Ketua STIKes Alifah Padang, Dr. Ns. Asmawati, S.Kep.,M.Kep mengatakan, STIKes Alifah Padang memiliki 6 Program Studi yakni DIII Kebidanan, S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan dan Pendidikan Profesi Ners.

Lebih lanjut disebutkan, saat ini STIKes Alifah memiliki 2.128 orang alumni. Sebanyak 90 persen di antaranya sudah bekerja, baik di instansi pemerintahan maupun swasta yang dibuktikan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil trucer study.

Hal tersebut merupakan bukti bahwa lulusan STIKes merupakan lulusan yang terbaik dan dapat bermanfaat di lingkungan masyarakat.

“Lulusan dari STIkes kita tentu merupakan lulusan yang berkualitas. Selain bekerja di instansi pemerintahan dan instansi swasta ternama juga ada alumni yang sudah bekerja di luar negeri seperti di Jepang,” jelasnya kepada Padang Ekspres.

Selanjutnya, Dr. Ns. Asmawati, S.Kep.,M.Kep menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan uji exit exams sesuai dengan aturan pemerintah nomor 2 tahun 2020. Setelah dinyatakan lulus ujian tersebut, maka baru diperbolehkan mahasiswa untuk melakukan wisuda.

“STIKes Alifah mematuhi peraturan pemerintah, setelah mahasiswa dinyatakan lulus uji kompetensi maka akan dilaksanakan wisuda. Kalau Mahasiswa belum lulus, itu tidak diperbolehkan mengikuti wisuda. Syaratnya Mahasiswa tersebut harus lulus terlebih dahulu,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan mutu mahasiswa STIKes tersebut, telah disiapkan strategi yang akan dilaksanakan ke depan. dengan cara meningkatkan mutu sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi dan berupaya untuk meningkatkan akreditasi kampus maupun akreditasi prodi yang ada di STIKes.

Baca Juga:  Bulan Imunisasi Anak, 74 Murid Sekolah Dasar Divaksin Campak dan Rubella

STIKes Alifah juga akan menjadi kampus merdeka dengan berupaya mengaplikasikan kurikulum merdeka dan sudah ada beberapa langkah yang sudah ditetapkan seperti sosialisasi dan intervensinya akan memasukkan ke kurikulum. Untuk Pendidikan Profesi Bidan dan Ners dipayungi oleh asosiasi pendidikan bidan dan ners sehingga diperlukan koordinasi mengenai hal tersebut.

Wisudawan terbagi menjadi 2, Program Studi Pendidikan Ners Program B yang sudah bekerja di beberapa rumah sakit yang mana 3 orang diantaranya adalah mahasiswa berprestasi dengan predikat ipk 4,0 dan program A adalah program reguler yang mahasiswanya belum bekerja juga ada 3 orang yang berprestasi dengan ipk 4,0 pula. Sementara nilai yang harus diperoleh siswa adalah 3,75 dan malah ada yang melebihi itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Alifah Nur Ikhlas Padang, Hj. Fatmi Arma mengatakan, selama STIKes Alifah berdiri yang mana sudah mencapai 20 tahun, yayasan senantiasa mendukung program STIKes Alifah dalam segala bidang, baik peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) maupun peningkatan sarana dan prasana kampus tersebut.

“Yayasan berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan masing-masing prodi dan mendukung dosen meningkatkan pendidikan,” kata Hj Fatmi Arma, SKM dalam sambutannya secara virtual.

Hal itu dibuktikan dengan menargetkan dalam jangka panjang seluruh dosen minimal berpendidikan S3. Ia menjelaskan targetnya, pada tahun 2025 nanti 30 persen dosen pihak yayasan dengan menargetkan dalam jangka panjang seluruh dosen minimal berpendidikan S3. Target dalam jangka pendek adalah pada tahun 2025 sekitar 30 persen dosen bergelar Doktor.

“Kami sangat berharap STIKes Alifah memiliki tenaga pengajar yang berkompeten. Seluruh dosennya harus menyandang gelar S3. Saat ini STIKes Alifah telah memiliki 2 orang dosen yang bergelar Doktor dan 6 orang lainnya sedang menempuh pendidikan S3. Hal ini merupakan bentuk dukungan kita terhadap STIKes Alifah. Dan juga menjadi bahan jaga-jaga apabila nanti persyaratan dosen harus S3,” jelasnya via zoom. (Cr5)