Inilah Sasaran, Nominal Insentif dan Santunan Tenaga Kesehatan Covid-19

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Foto: JPG)

Tenaga kesehatan yang menangani pandemi virus korona (Covid-19) di Indonesia diberikan insentif dan santunan kematian oleh pemerintah.

Hal tersebut telah ditetapkan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

“Sasaran pemberian insentif dan santunan kematian adalah tenaga kesehatan baik Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN maupun relawan yang menangani Covid-19, dan ditetapkan oleh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau pimpinan institusi kesehatan,” jelas Terawan Agus Putranto, Rabu (29/4/2020) di Jakarta.

Dijelaskannya, fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang dimaksud meliputi, rumah sakit yang khusus menangani Covid-19, seperti Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. dr. Sulianti Saroso, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rumah Sakit Wisma Atlet, dan Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang.

Lalu, rumah sakit milik pemerintah termasuk rumah sakit milik TNI/Polri atau pemerintah daerah, serta rumah sakit milik swasta yang ditetapkan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Kemudian, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP).

Selanjutnya, Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten dan kota serta puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, jenis tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya yang bekerja di tujuh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tersebut.

Besaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit setinggi-tingginya antara lain, dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta dan tenaga medis Lainnya Rp5 juta.

Sedangkan insentif tenaga kesehatan di KKP, BTKL-PP, dan BBTKL-PP, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan Kemenkes, setinggi-setingginya sebesar Rp5 juta.

Sementara untuk besaran santunan kematian Rp300 juta, diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan karena paparan Covid-19 saat bertugas.

Tenaga kesehatan tersebut merupakan tenaga kesehatan yang tertular, karena menangani pasien Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan Covid- 19.

Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diberikan terhitung mulai Maret 2020 sampai Mei 2020, dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber pendanaan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).(rel/esg)