Kisah Gubernur Sumbar: Dilantik di Garasi, Berakhir di Masa Pandemi

306

Dalam diskusi bulanan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bercerita bahwa dia dilantik saat bencana alam gempa bumi tahun 2009 di Garasi Mobil DPRD Sumbar dan akan mengakhiri jabatan di masa pandemi Covid-19. Seperti apa kisahnya?

INDRA KURNIAWAN, PADANG

Irwan Prayitno akan mengakhiri jabatan sebagai Gubernur Sumbar pada 12 Februari nanti. Dalam diskusi bulanan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang digelar kemarin (15/1), Irwan bercerita bahwa dia dilantik bersama Wakil Gubernur Muslim Kasim pada Agustus 2010 silam, saat masih dalam kondisi tanggap darurat bencana alam gempa bumi melanda Kota Padang tahun 2009.

“Memang gempa tahun 2009, tapi di bulan Agustus 2010 itu belum ada rehap dan rekons karena kita masih tanggap darurat. Nah, saya dilantiknya itu, bukan di ruangan paripurna, bukan di ruangan yang layak. Tapi di garasi mobil DPRD Sumbar,” katanya.

Dia melanjutkan, kendati dalam kondisi demikian, banyak yang hadir saat pelantikannya di garasi mobil DPRD Sumbar. Salah satunya Mantan Menteri Pertahanan Malaysia yang kini Ketua Umum Umno Dr Ahmad Zahid Hamidi bersama 60 orang lebih dengan pesawat hercules khusus dari Malaysia.

“Menteri Pertahanan Indonesia waktu itu Pak Purnomo, terpaksa saya telfon beliau minta izin parkir pesawat herculesnya Malaysia masuk. Itu juga menggambarkan, bagus acaranya dan meriah, banyak juga yang lain hadir tamu dari luar negeri juga, tapi tempatnya di garasi itu,” kisahnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan kondisi keadaan akibat gempa saat itu banyak bangunan runtuh, semua infrastruktur runtuh, termasuk Kantor Gubernur Sumbar rusak.

“Sehingga saya berseloroh, saya sebagai gubernur tidak pernah ngantor selama lima tahun. Kenapa ngga bisa ngantor, karena kantor saya ngga ada. Rusak. Baru periode ke dua jadi gubernur, kantor bisa ditempati,” ujarnya.

Selain itu, sambung Irwan, kondisi pemerintahan pun pada saat itu juga mengalami disclaimer karena tidak bisa mengekspos data-data yang diminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya data itu tertimbun reruntuhan akibat gempa.

“Bukan tidak bagus, tapi intinya, itu dalam kondisi disclaimer. Kinerja Lakit nilainya 65 atau C. Nah itulah kondisi pemerintahan pada saat itu,” imbuh Mantan Anggota DPR RI ini.

Namun demikian, pembangunan infrastuktur mulai kembali dilakukan pasca gempa tahun 2009 tersebut. Seperti Kantor DPRD Sumbar, Mapolda Sumbar, dan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar.

“Selesai empat tahun hingga lima tahun, anggaran kita, selain tentu bantuan dari pemerintah pusat, luar negeri, habis untuk pembangunan itu. Karena PAD kita udah ga dapat, pesawat dari Malaysia dan Singapura berhenti, pariwisita yang jadi andalan kita ga jalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pasca pembangunan, ekonomi Sumbar mulai tumbuh bahkan mencapai angka 7,3 persen lebih. Menurutnya, hal itu merupakan sejarah yang tak pernah terulang lagi hingga saat ini.

“Dan itulah yang saya hadapi. Betul kata Jeffrie Geovanie, saya memulai menjadi gubernur dari minus. Namun alhamdulillah saat ini kita sudah WTP delapan kali berturut-turut dan mau sembilan kali. Penilaian Lakit, kinerja kita sudah A,” ucap Irwan yang dalam periode kedua kepemimpinannya didampingi Wakil Gubernur Nasrul Abit.

Di sisi lain, semua sudah tertata rapi, salah satunya pemetaan potensi dan beberapa pembangunan lain seperti irigasi dan termasuk multiyear.

“Bagaimana pembangunan saat ini, seperti sama-sama kita ketahui, tidak ada lagi nampak bangunan yang runtuh. Udah ga ada, selesai semua, ga ada lagi bangunan yang runtuh. Pemerintahan pun sudah berjalan dengan normal dan banyak prestasi yang sudah diraih,” ujarnya.

Termasuk raihan prestasi dalam menangani masalah pandemi Covid-19 sehingga mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo, Menteri Kesehatan RI, dan Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Saat ini daerah kita sudah tidak ada lagi masuk zona merah, dan itu terkendali. Testing kita luar biasa, tracing kita masih bagus, angka kesembuhan tinggi 92 persen di atas nasional, angka kematian akibat Covid memang 2,2 persen tapi jauh di bawah rata-rata nasional, tempat isolasi dan karantina kita juga tidak over kapasity,” tuturnya.

“Tidak ada lagi penularan Covid-19 yang masi, positivity rate kita walaupun angkanya enam atau tujuh tapi di bawah nasional, kemudian testing rate kita luar biasa, nomor dua terbanyak setelah DKI Jakarta. Dan di bidang pendidikan pembelajarannya juga sudah tatap muka karena kondisi sudah melandai, sementara provinsi lain masih daring,” sambung Irwan.

Baca Juga:  Gubernur Launching Pengoperasian KMP Tanjung Burang Rute Mentawai

Lebih lanjut Suami dari Anggota DPR RI Nevi Zuairina ini menuturkan, hal ini tentu merupakan hasil kerja bersama semua pihak, termasuk DPRD. Tanpa dukungan dari anggaran dari DPRD, tidak mungkin hal itu bisa dilakukan.

“Kami pun bersama bupati dan wali kota, serta unsur Forkompinda didukung oleh media untuk sosialisasi sehingga masyarakat berpartisipasi untuk pembangunan. Jadi ini kerja kita bersama. Saya seorang diri tidak mungkin, dibantu juga oleh DPR dan DPD. Banyak sekali yang ikut berkecimpung membantu,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan yang telah dilakukan selama dua periode menjabat gubernur Sumbar perlu dipertahankan, ditingkatkan dan diteruskan oleh Gubernur Sumbar terpilih nantinya.

“Kapan perlu bisa lari cepat. Kalau saya kemarin yang memulai tidak bisa lari cepat karena terikat dengan gempa yang itu harus diselesaikan pertama dan jadi prioritas utama,” sebut Irwan.

Sementara itu, Sang Istri Nevi Zuarina yang juga hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan, selama dirinya mendampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno banyak hal yang dirasa sangat berkesan.

“Jadi bapak ini (Irwan Prayitno, red) ketika ke luar rumah untuk menjalani tugas sebagai gubernur dan kembali ke rumah. Nah sampai di rumah itu, tidak pernah sedikit pun membawa masalah di luar. Tidak pernah. Ketika sampai di rumah itu seperti tidak ada masalah,” ujarnya.

Namun jika ada masalah yang sudah tidak bisa dipikul sendiri, sambung Anggota DPR RI ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bakal bercerita kepadanya.

“Di situ posisi saya sebagai pendengar yang setia, karena saya punya prinsip, jika bapak sudah menceritakan, menyampaikan, itu ternyata adalah sebuah obat. Tidak perlu saya komentar, memberikan solusi, tapi hanya mendengar dan itu sudah menjadi suatu solusi,” imbuhnya.

Selain mendampingi Sang Suami, ujar Nevi, dirinya juga membagi waktu agar fokus mengurus anak sambil menjalankan bisnis. “Namun meskipun begitu, anak-anak lebih dekat dengan bapak ketimbang saya, karena saya sudah ajarkan kepada anak-anak meskipun bapak seorang pejabat mesti dekat dengan bapak,” sebutnya.

Hal ini menurutnya, dapat terwujuf lantaran komunikasi keluarga berjalan dengan baik. Dia dan Irwan Prayitno pun saling berbagi dan bersinergi dalam mendidik anak.

“Selain itu, baik bapak maupun saya, kami bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat. Tidak bekerja untuk mencari uang, untuk menambah harta, dan untuk terkenal,” tuturnya.

Untuk itu, meski masa jabatan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di awali dengan minus karena gempa bumi tahun 2009 dan diakhiri dengan masalah pandemi Covid-19, Nevi merasa bersyukur sehingga Sumbar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Alhamdulillah sekarang di awal tahun ini pertumbuhan ekonomi Sumbar sudah plus. Dan mudah-mudah ke depan Sumbar semakin sukses,” pungkas Nevi.

Di sisi lain, Pembina JPS Leonardy Harmainy mengapresiasi kegiatan yang digelar JPS ini. Menurutnya, belum pernah ada kegiatan yang menyampaikan terima kasih kepada gubernur di akhir masa jabatannya.

“Seingat saya, yang diakhir masa jabatan gubernur, yang menyampaikan terima kasih melalui kegiatan seperti ini, baru sekali ini. Sebelumnya belum pernah,” kata Leonardy yang juga Anggota DPD RI.

Koordinator JPS Heri Sugiarto menambahkan, dalam waktu lebih kurang sebulan lagi, Irwan Prayitno bakal mengakhiri tugas saat Sumbar masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Untuk itu, General Manajer Padang Ekspres ini mengapresiasi Irwan Prayitno yang telah banyak berkontribusi terhadap pembangunan Sumbar selama dua periode menjabat sebagai Gubernur Sumbar.

“Kita harapkan ke depan Pak Gubernur tetap bersama JPS untuk memberikan masukan dan pemikiran untuk Sumbar yang lebih baik,” ujar Heri yang juga Pemred Padek.co ini.

Sementara itu, selaku masyarakat, Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumbar Arif Yumardi, tidak menampik bahwa dirinya merasakan pembangunan yang telah dilakukan Irwan Prayitno selama dua periode menjabat Gubernur Sumbar.

“Memang ada plus minus, tapi saya dalam hal ini mengapresiasi dengan luar biasa kepada Bapak Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Sekali lagi saya pribadi mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama satu dekade ini,” kata Arif.

Selain melakukan diskusi bulanan, dalam kegiatan yang juga dihadiri Ketua PWI Sumbar sekaligus Penasihat JPS Heranof Firdaus, Wakil Ketua Yance Edrie, dan Ketua IWO Sumbar Khadafi ini juga dilakukan peluncuran Koperasi Serba Usaha (KSU) JPS. (***)

Previous articleJPS Bikin Kejutan! Luncurkan Koperasi, IP dan Nevi Nyatakan Bergabung
Next articleAnggi Ketua PKB Sumbar, Febby: Saya Insya Allah di DPP Bantu Cak Imin