Komisi V DPR: Selesaikan Masalah Jalan ke Terminal Tipe A Anak Air

168

Komisi V DPR RI minta akses jalan ke Terminal Tipe A Anak Air di Kecamatan Kototangah, Padang, yang masih belum ada kejelasannya, harus segera diselesaikan.

“Jangan sampai anggaran Rp72 miliar untuk membangun terminal tersebut menjadi sia-sia hanya karena menyepelekan masalah pembebasan lahan menuju terminal,” ujar Anggota Komisi V DPR RI, Tamanuri, saat meninjau pembangunan terminal itu, Senin (15/2/2021).

Menurut Tamanuri, Terminal Type A Anak Air dengan anggaran pembangunan yang mencapai miliaran itu, apabila jalan menuju terminal tidak diperbaiki dan diperlebar menjadi dua jalur, maka terminal tersebut tidak akan berfungsi.

“Bahkan, berdasarkan pengalaman terminal di daerah lain, jika akses jalan ini tidak diperlebar, menimbulkan terminal bayangan. Sehingga fungsi terminal bisa “macam-macam”,” ungkapnya.

Tamanuri mengingatkan Pemprov Sumbar maupun Pemko Padang, harus turun tangan dalam upaya memperlebar akses jalan masuk ke Terminal Tipe A Anak Air.

“Karena akses jalan ke terminal ini sangat menentukan. Karena mobil yang akan masuk ke dalam terminal itu ukurannya besar-besar,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Komisi V, Mulyadi mengungkapkan, hasil peninjauan di terminal, memang Terminal Tipe A Anak Air masih terkendala akses jalan menuju terminal. “Padahal, operasional terminal ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Mulyadi saat pertemuan mitra kerja dan Pemprov Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, usai peninjauan Terminal Type A Anak Air, pada sore harinya.

Anggota Komisi V, Willem Wandik tidak memungkiri, setiap kali kunjungan ke daerah, memang selalu ditemui persoalan pembebasan lahan. Kondisi ini akan mempengaruhi kinerja serapan anggaran.

“Kita berharap tingkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dengan mitra pemerintah pusat. Pembebasan lahan akan mudah kalau didukung penuh oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Termasuk juga terkait akses jalan di Terminal Type A Anak Air. Menurutnya, sepanjang 10 meter bahu kiri dan kanan jalan menuju terminal tersebut, harus ada area publik. Sehingga, jangan sampai ada bangunan baru yang tumbuh menjamur.

Anggota Komisi V, Syahrul Aidi Maazat menegaskan, jangan sampai terminal yang sudah dibangun dengan anggaran Rp72 miliar, belum bisa difungsikan, hanya karena akses jalan sempit dan ganti rugi tanah untuk akses jalan ini tidak selesai.

Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis menyebutkan, terkait persoalan yang ditemui di lapangan, ia mengakui adanya sejumlah masalah dalam pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur di Sumbar. Ia meminta pejabat teknis untuk memberikan penjelasan agar Komisi V DPR RI mengetahui persoalannya dengan jelas.

Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Hubungan Darat Kemenhub, Popik Montanasyah mengatakan, pembangunan Terminal Tipe A di sejumlah daerah, memang tidak hanya berfungsi sebagai terminal saja. Tetapi juga terminal terintegrasi dengan UMKM nantinya.

Untuk akses jalan masuk menuju Terminal Tipe A Anak Air, diakui Popik, memang saat ini butuh pelebaran 25 sampai 30 meter.

“Kalau ini jadi. Tidak ada kendala lagi. Kalau kondisi sekarang satu bus saja yang lewat. Kita koordinasikan pemerintah kota setempat untuk regulasinya ke depan,” harapnya. (*)

Previous articleJabat Direktur RSUD Padangpanjang, Ini Target dr Lila Yanwar MARS
Next articlePerguruan Tinggi Lakukan Pembelajaran Daring dan Luring