KPU Pastikan Logistik sesuai Prokes

68
ilustrasi simulasi pencoblosan. (dok.JawaPos.com)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan proses pengelolaan logistik pemilihan serentak 2020 mulai dari produksi hingga distribusi sudah sesuai protokol kesehatan (prokes).

Menurut Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, semua proses pengelolaan tersebut sudah dikoordinasikan dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti Bawaslu, TNI/Polri dan Satgas Covid-19.

“KPU berharap masyarakat pemilih tidak perlu khawatir untuk datang ke TPS, karena semua pengelolaan logistik yang dipakai dalam pemungutan suara di TPS sudah sesuai prokes,” tutur Dewa dalam Webinar sosialisasi pengelolaan logistik Pemilihan Serentak 2020 dengan menegakkan prokes, Rabu (25/11).

Senada dengan Dewa, Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI Eberta Kawima juga menegaskan prokes dalam pengelolaan logistik ini mulai dari produksi surat suara dan logistik lainnya, sortir untuk pemilahan logistik yang bagus dan rusak, setting untuk alokasi tujuan logistik, packing sesuai kebutuhannya dan distribusi ke TPS.

“Logistik ini adalah konversi lembar kertas menjadi kursi kepemimpinan setelah melalui proses pemungutan suara. Suara rakyat ini harus kita jaga bersama kemurniannya dan jangan sampai dikotori oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. KPU bersama seluruh stakeholder akan bekerja bersama untuk mewujudkan pemilihan yang baik dan lancar,” tegas Wima.

Sementara itu, Deputi 1 Bidang Sistem dan Strategi BNPB B Wisnu Widjaja mengungkapkan meskipun tahapan pemilihan sedang berjalan, namun tidak ada tren kenaikan dalam penyebaran Covid-19. Tren tersebut secara umum sudah menurun dan hal ini memperlihatkan hasil kerja semua pihak dalam pencegahan penularan Covid-19 sudah bagus, terutama menjelang Pemilihan Serentak 2020.

“Menariknya, dari 270 daerah yang menyelenggarakan pemilihan, hanya tersisa 17 kabupaten/kota yang masih zona merah. Bahkan Jawa Timur yang banyak daerahnya menyelenggarakan pemilihan, tidak ada satupun yang zona merah,” ungkap Wisnu yang hadir mewakili Satgas Covid-19.

Baca Juga:  Temui Kapolres, DPC Demokrat Mentawai Minta Perlindungan Hukum

Pada kesempatan yang sama, Kabag Renops Sops Polri Kombes Pol Pristono menuturkan bahwa institusinya telah melakukan pengamanan dan deteksi dini untuk mengantisipasi kerawanan, mulai dari patroli wilayah yang berpotensi kejahatan, hingga pengawalan proses pencetakan dan distribusi logistik pemilihan, bahkan sampai nanti ke TPS.

Manajemen pengamanan tersebut dilakukan oleh polda setempat dengan petunjuk dan evaluasi oleh Mabes Polri. “Semua anggota Polri yang bertugas mengamankan logistik pemilihan berseragam sesuai SOP dan mematuhi standar prokes. Kami juga sudah melaksanakan imbauan terkait pelaksanaan prokes dalam pencetakan dan distribusi yang dikawal secara estafet oleh Polda. Pada setiap gudang logistik, kami juga sudah menyiapkan 5 orang personil yang bertugas pengamanan,” tutur Pristono.

Terkait pengawasan logistik pemilihan, Tenaga Ahli Bawaslu RI Masykurudin Hafidz juga menyampaikan pihaknya melakukan pengawasan mulai dari perencanaan, pencetakan dan pendistribusian. Menjelang hari masa tenang, pengawas di lapangan juga mengawasi terkait ketepatan pendistribusian ke TPS, hal ini untuk memastikan semua logistik tersedia lengkap di TPS. Bawaslu ingin mengantisipasi jangan sampai terjadi pemungutan suara susulan karena faktor logistik pemilihan.

Tenaga Ahli KPU RI Muhammad Fadillah juga mengungkapkan hal-hal yang penting dilakukan pengawasan terkait pengelolaan logistik tersebut, salah satunya pada proses pengepakan. Proses ini dilakukan saat memasukkan logistik ke dalam kotak suara yang siap didistribusikan.

Hal ini penting karena bisa menjadi persoalan di lapangan apabila terdapat kekurangan surat suara. Selain itu juga terkait jenis formulir yang pengkodeannya berbeda dengan pemilu dan pemilihan sebelumnya, yaitu semua formulir dijadikan 1 menjadi C Hasil-KWK. (jpg)

Previous articleLebih Memilih Menikmati Pensiun
Next articleKPK Tekankan 8 Area Intervensi Cegah Korupsi