Raih Predikat WBBM, Irjen Kemenperin RI Apresiasi SMK SMTI Padang

Support Bapak Menteri Perindustrian RI untuk melaksanakan pembangunan zona integritas WBK dan WBBM di semua Satker Kemenperin. (IST)

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Drs. Masrokhan, MPA, mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Padang, Kamis (04/03/2021). Kunjungan Irjen Kemenperin RI berserta rombongan disambut oleh Kepala SMK SMTI Padang, tim manajemen sekolah, dan para guru SMK SMTI Padang.

Adapun tujuan kunjungan tersebut dalam rangka memberikan apresiasi kepada Satuan Kerja (Satker) Kemenperin yang berada di wilayah Padang yang telah berprestasi, khususnya dalam Pembangunan Zona Integritas. Salah satunya adalah SMK SMTI Padang, yang telah berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Kemenpan RB yaitu predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

Esensi kunjungan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, yaitu memberikan support untuk mempertahankan birokrasi yang bersih, transparan, produktif, akuntabel, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Jadi, di Padang ini ada 5 Satker Kemenperin yakni SMK SMTI Padang, Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Politeknik ATI Padang, SMK SMAK Padang, dan Baristand Industri Padang. Kelima Satker ini, kami pandang sebagai Satker Kemenperin yang memiliki prestasi luar biasa,” jelas Irjen Kemenperin, Drs. Masrokhan, MPA kepada Padang Ekspres.

Irjen Kemenperin Masrokhan memberikan pengarahan di hadapan guru dan pegawai saat kunjungan ke SMK SMTI Padang

Masrokhan mengatakan, kelima Satker di kota Padang khususnya SMK SMTI Padang memilki prestasi yakni dalam hal penerapan Zona Integritas dalam rangka mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi.

Ia menambahkan, hal itu sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi yang mengatur tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi dengan tiga sasaran hasil utama yakni peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN serta meningkatkan pelayanan publik.

“Perbaikan birokrasi bersih, produktif, dan akuntabel dengan penataan sistem penyelenggaraan pemerintah yang baik, efektif, dan efisien agar dapat melayani masyarakat secara tepat, cepat, dan profesional,” ujarnya.

Penandatanganan komitmen SMK SMTI Padang untuk tetap melaksanakan pembangunan zona integriras dengan mempertahankan wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) mulai dari pimpinan dan seluruh jajarannya. (IST)

Prestasi tersebut kemudian diapresiasi dengan adanya penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) berupa penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“SMK SMTI Padang ini berhasil mendapatkan penghargaan WBK pada tahun 2018 dan satu tahun kemudian, berhasil mendapatkan penghargaan WBBM. Tentunya ini sangat patut diapresiasi dan dibanggakan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Nevi Minta Penempatan UMKM di Rest Area Jalan Tol Diprioritaskan
Penyerahan komitmen Kepala SMK SMTI Padang kepada Irjen Kemenperin, Masrokhan. (IST)

Masrokhan menambahkan, dengan penghargaan yang diterima tersebut bisa memberikan motivasi lebih kepada seluruh Satker di kota Padang dan memberikan semangat lebih kepada Satker di daerah lain yang belum mendapatkan prestasi itu. “Apa yang diraih oleh SMK SMTI Padang ini akan menjadi catatan penting bagi Kemenperin. Diharapkan prestasi ini bisa menular ke satker-satker lainnya,” ujar Masrokhan.

Lebih lanjut Masrokhan menyampaikan, dengan prestasi itu, Kemenperin ingin mengajak seluruh Satker seperti SMK SMTI Padang untuk membuat komitmen secara tertulis dalam rangka meningkatkan prestasi yang lebih membanggakan di tingkat nasional.

Irjen Kemenperin, Masrokhan menyapa siswa sedang PBM tatap muka di kelas. (IST)

Kemudian, penerapan Zona Integritas di satker-satker itu juga sejalan dengan program andalan dari Kemenperin yakni program Link and Match dimana program sumber daya industri selalu berkaitan dengan bagaimana peserta didik harus memiliki pelatihan yang bagus dan tepat serta sesuai dengan penempatan kerja.

Ia menambahkan, karena tugas utama Kemenperin adalah mengembangkan dunia industri, maka lulusan-lulusan SMK SMTI Padang harus memiliki keahlian atau kompeten di bidangnya sehingga bisa bergabung ke dunia industri. “Diharapkan lulusan-lulusan SMK SMTI Padang bisa diterima di dunia industri yang memiliki kualitas, baik nasional maupun internasional,” kata Masrokhan.

Program Link and Match Kemenperin sendiri sudah terbukti dimana peserta didik yang diwisuda telah diterima dalam dunia kerja sehingga program itu bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Irjen Kemenperin, Masrokhan mengisi kepuasan pelayanan secara online di ruang Pelayanan Publik SMK SMTI Padang. (IST)

Terakhir, Masrokhan berharap agar SMK SMTI Padang bisa mempertahankan dan melanjutkan prestasi yang telah diraih sehingga SMK SMTI Padang bisa melahirkan lulusan yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala SMK SMTI Padang, Dra. Zulhaida, M.Pd. mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Irjen Kemenperin RI ke SMK SMTI Padang dalam rangka memberikan apresiasi kepada salah satu Satker berprestasi ini.

Ia menambahkan, SMK SMTI Padang merupakan satker pertama dan satu-satunya di bawah naungan Kemenperin yang meraih predikat WBBM dari Menpan RB pada tahun 2019. “Tentunya kami akan pertahankan dan lanjutkan prestasi itu di masa mendatang,” tukasnya. (adv)

Previous articleJanuari 2021, Baznas Semen Padang Salurkan Rp548 Juta Zakat Karyawan
Next articleMengganti Ban Kempes, Uang Kontraktor Asal Padang Raib Rp40 Juta