Ajar dan Didik Dengan Hati

2
DEKAT: Para peserta didik SMAN 3 Padangpanjang bersama seroang guru terlihat akrab. Ini karena para pelajar nyaman dalam pelaksanaan PBM.

Ya. Ibarat kata orang. Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh, dialah yang akan berhasil. Ungkapan ini sepertinya, sangat tepat untuk menggambarkan profesionalitas seorang guru. Terutama dalam memberikan pelajaran terhadap peserta didik.

Memang benar. Banyak sekali tantangan bagi seorang guru dalam membentuk karakter siswa. Ini tentunya karena keanekaragaman watak masing-masing siswa lho. Tapi, kalau semuanya dikerjakan dengan hati, sekeras apa pun watak siswa pasti bisa ditaklukan.

Jadi, mengajar dengan hati bagi seorang guru juga sangat diperlukan. Karena ada kalanya juga dan tidak bisa dipungkiri. Siswa tentunya ingin juga dihargai dan begitu juga seorang guru. Jika, rasa harga menghargai sudah tercipta dalam lingkungan sekolah, maka akan timbul kondisi lingkungan yang harmonis.

Profesi guru adalah salah satu profesi yang mulia yang dianugrahkan Sang pencipta. Melaksanakan tugas yang mulia ini tentulah tidak gampang butuh segenap usaha, pengorbanan, suka dan duka. Seperti kata orang bijak ditangan gurulah nasib bangsa ini ditentukan selain dari ketentuan Sang Khaliq.

Kita bisa saksikan mulai dari hakim, jaksa, pengusaha, TNI/ Polri, Menteri bahkan Presiden pernah didik dan diajar oleh guru. Tentunya sebagai guru sudah seyogyanya, kita haruslah selalu berusaha dengan optimal berbuat yang terbaik bagi dunia pendidikan di tanah air yang tercita ini sebagaimana yang sudah dinyatakan diatas.

Mau dibawa kemana Bangsa/ Negara ini? Pastilah, jawabannya ada pada guru selaku yang menjalankan amanah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sudah tentu ini sangat terkait erat dengan peran ganda guru di sekolah Peran ganda tersebut adalah guru sebagai pengajar sekaligus pendidik. Kedua peran ini tidak bisa dipisahkan. Keduanya menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling besinergi.

Peran guru sebagai pengajar adalah guru mentransfer ilmu yang diampunya kepada peserta didik, membantu peserta didik untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi yang dipelajari.

Dengan kata lain, guru membantu kegiatan belajar dan memiliki rasa empati terhadap peserta didik (guru bisa merasakan apa yang dirasakan peserta didik dalam pembelajaran).
Disamping itu, peran guru adalah sebagai pendidik.

Baca Juga:  Laman Guru Payakumbuh Diluncurkan, Tingkatkan Kualitas Literasi di Sekolah

Guru merupakan panutan bagi peserta didik. Guru harus mengetahui dan memahami nilai-nilai, norma moral, sosial serta berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma tersebut. Guru sebagai pendidik ini bisa dilihat dari tindakan dalam pembelajaran di sekolah dan kehidupan masayarakat. Bak kata pepatah guru digugu dan ditiru.

Oleh sebab itu mengajar dan mendidik merupakan tugas guru yang tidak bisa terpisahkan. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar (proses belajar mengajar). Guru berupaya menciptakan kondisi yang kondusif, menyenangkan dan menggairahkan dalam kegiatan belajar peserta didik sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

Dengan kata lain, guru harus mampu memberi ruang kepada siswa untuk bisa mengembangkan potensinya, membuat pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna sehingga tujuan pendidikan nasioanl yang diamanahkan bisa terwujud.

Sebagaimana yang diutarakan Raka Joni (dalam Sardiman, 2003:54): Mengajar adalah menyediakan kondisi optimal yang merangsang serta menggerahkan kegiatan belajar anak didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku maupun pertumbuhan sebagai pribadi. Dengan kata lain mengajar adalah mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge).

Sedangkan mendidik adalah mentransfer nilai-nilai (transfer of value) dalamrangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Jadi dalam mendidik guru menanamkan nilai-nilai dalam keteladanan.

Keteladanan adalah sikap terpuji yang semestinya melekat pada semua guru. Jadi, dengan demikian, setiap guru seharusnya menjadi model untuk mendorong pembentukan sikap terpuji/karakter yang mulia peserta didik.

Disinilah tugas guru bukan sekadar mengajar yang sangat teknis, melainkan mendidik untuk membentuk peserta didik yang berperilaku mulia, religius, baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab serta mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didiknya.

Guru harus memiliki rasa empathy dan mengenal dengan baik peserta didik. Stop jadi guru otoriter dan diktator. Jadilah guru yang mampu mengajar dan mendidik peserta didik dengan hati. Semoga. (***)