Laksana Telepon Pintar

12
Yusrijal Datuk Makhudun, S.Pd. Guru SMP Negeri 5 Batusangkar

Sudah hampir dapat dipastikan bahwa se tiap orang pasti menyukai telepon pintar atau yang lebih akrab di sebut dengan smartphone. Smartphone memiliki kelebihan dibandingkan dengan HP biasa.

Bahkan smartphone lebih canggih dibandingkan dengsan HP jadul. Ada banyak fitur yang bisa digunakan sehingga akses informasi yang didapatkan lebih masksimal. Selain itu, smartphone juga memiliki jangkauan akses yang lebih luas.

Dengan menggunakan smartphone, pengguna bisa berselancar di alam maya dengan lebih banyak. Kualitas dan kuantitas informasi yang didapatkan tidak diragukan lagi. Karena itu, pengguna beralih ke smartphone.

Mengapa orang tertarik dengan smartphone? Jelas, ini karena banyak keunggulan yang dimilikinya. Di mana, smartphone memiliki karakter yang berbeda dengan HP biasa. Smartphone tidak hanya menghasilkan suara, tetapi juga menghasilkan gambar berwarna, baik gambar kaku, maupun gambar bergerak.

Melalui smartphone juga dapat diakses berbagai film dan video. Lebih dari itu, smartphone bisa mengakses siaran televisi baik live maupun ulangan. Walaupun pemeliharaan smartphone lebih ekstra, smartphone sudah pasti tetap disukai banyak orang.

Begitulah perumpamaan smartphone. Dan ini juga boleh dikatakan hampir sama dengan guru. Diakui atau tidak, guru merupakan sosok yang memiliki kelebihan. Guru memiliki kelebihan dalam ilmu pengetahuan. Guru juga memiliki cakrawala berpikir yang luas.

Tidak hanya itu, guru juga merupakan sosok yang pedagogis, memiliki bekal untuk mendidik. Guru juga menguasai psikologi perkembangan peserta didik sehingga mampu menjadi motivator bagi kemajuan belajarnya. Semua kelebihan tersebut menimbulkan kebanggaan bila dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka mengemban tugasnya.

Namun juga tidak dapat dipungkiri. Layaknya seperti smartphone yang canggih, guru juga tetap memiliki keterbatasan. Guru bukanlah manusia super, tetap memiliki keterbatasan dengan kemampuan. Dengan berkolaborasi, kekurangan guru akan dapat diatasi.

Guru dapat saling berbagi dalam kelompoknya, seperti MGMP, KKG, dan sebagainya. Dengan selalu belajar, jurang kekurangan akan bisa ditimbun. Banyak cara untuk mengatasinya. Membaca merupakan suatu cara yang tepat untuk mengatasi kekurangan kemampuan guru.

Tidak kalah pentingnya adalah guru mau berlatih dan melakukan berbagai eksperimen untuk menuju titik kesempurnaan. Ya, guru juga harus semakin berkembang dari waktu ke waktu. Banyak faktor yang menyebabkan guru harus dinamis.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolgi semakin pesat. Kehidupan masyarakat bergerak semakin progresif. Seiring dengan dinamika tersebut, tuntutan dan harapan masyarakat juga semakin kompleks.

Baca Juga:  Menjemput Yang Tercecer dan Tertinggal Dalam Pendidikan

Karena itu, guru harus selalu meningkatkan kapasitasnya. Seorang guru semestinya memiliki kompetensi yang andal sehingga bisa menjawab segala tantangan yang berada di depan mata.

Jika smartphone tidak akan bermanfaat jika fitur-fiturnya tidak digunakan secara maksimal, begitu juga dengan tenaga pendidik. Guru memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Guru mestinya menggali potensinya menjadi prestasi yang gemilang.

Guru memiliki bakat yang bisa dikembangkan dalam rangka penguatan kemampuan dirinya. Sejatinya guru selalu mengasah keterampilannya sehingga benar-benar dimanfaatkan bagi peningkatan kemajuan peserta didik.

Seorang guru memiliki banyak fitur-fitur bakat dan potensi. Ada keterampilan memimpin, berolah raga, menulis, bemain peran, bermain musik, menyannyi, menari, bercerita, dan sebagainya. Hal itu bisa diwariskan kepada peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya.

Dan juga, smartphone boleh dikatakan merupakan perangkat yang memiliki dua sisi mata uang. Smartphone memiliki manfaat yang sangat besar bagi kemajuan kehidupan. Sebaliknya, smartphone juga bisa menjadi bumerang, yang merusak dan merugikan diri sendiri.

Penggunaan smartphone hendaklah dilakukan secara cerdas dan bermanfaat. Dengan demikian, smartphone merupakan perangkat yang sangat bermanfaat dan produktif. Begitupun dengan profesi yang dikenal dengan pahlawan tanpa jasa ini.

Sebagai manusia biasa, guru juga memiliki dua potensi yang saling bertentangan. Kedua potensi ini selalu berjuang untuk menjadi pemenang. Ada potensi baik yang dibimbing oleh malaikat. Ada juga potensi buruk yang dikuasai oleh syetan.

Sebagai figur yang layak diteladani, guru seharusnya memelihara supaya potensi baiknya tetap tumbuh dan berkembang. Selalulah berusaha untuk memusnahkan potensi buruk yang ada dalam diri.

Potensi spritualitas yang kental dalam diri guru merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan potensi baik seorang guru. Penajaman dan penguatan kompetensi seorang sangat penting. Guru akan selalu dibimbing oleh Allah SWT sehingga setiap langkahnya tetap dalam rida-Nya.

Lagi, seperti smartphone yang perlu dicas, guru juga harus selalu menambah kekuatannya, baik lahir maupun batin. sebagaimana canggihnya sebuah smartphone, kalau baterainya low, juga tidak ada artinya. Karena itu, jadilah guru seperti smartphone yang memiliki kekuatan dan fitur-fitur yang hebat. Jadilah guru sebagai figur yang dibanggakan.(***)