PC PGRI Situjuah Limo Nagari, Wujudkan Generasi Situjuah Berubah

3
PENUH HARAPAN: Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin bersama Kadisdikbud Limapuluh Kota, Indrawati Munir saat kegiatan silaturahmi PC PGRI Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Sawah Laweh, Senin (16/5).

Penerapan kebijakan social distancing pada masa pandemi Covid-19 jelas sangat berdampak terhadap seluruh sektor kehidupan, tak luput di dunia Pendidikan.

Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang nantinya bisa dijadikan tolok ukur bagaimana negara akan diisi dengan ide-ide yang dibawa oleh generasi penerus akan jadi penghalang dengan adanya wabah tersebut sehingga berpotensi menurunkan kualitas pembangunan manusia.

PC PGRI sebagai pelopor Pendidikan diharapkan mampu menjadi pengajar dan pendidik yang mampu beradaptasi dengan segala perubahan dalam proses pembelajaran.

Ketua PC PGRI Situjuah Limo Nagari, Bapak Zulhelmi, S.Pd menyampaikan harapannya kepada seluruh anggota PGRI menjadikan Pandemi Covid-19 sebagai titik balik untuk mengubah arah dan strategi perjuangan martabat dan marwah anggotanya.

“Pandemi melahirkan kegairahan baru bagi guru untuk saling belajar di seluruh Unit Pelaksana Teknis di kecamatan Situjuah Limo Nagari yang terdiri dari 12 TK, 24 SD/MIN/ SLB/2 SLT/2 SLTA dengan jumlah ASN 245 orang dan 150 non ASN,” jelasnya pada acara silaturahim PC PGRI kecamatan Situjuah Limo Nagari, Sawah Laweh, Senin (16/5).

Sejalan dengan itu, Bapak M. Taufiq M.Pd, selaku ketua pelaksana menyampaikan tema acara silaturrahim tersebut agar PC PGRI Kecamatan Situjuah Limo Nagari. “Selalu bersinergi untuk merajut ukhuwah dan satukan langkah dalam mewujudkan generasi berakhlak mulia. Semoga ke depannya tetap berlanjut,” ulasnya.

Beliau menyampaikan rasa terimakasihnya atas terselenggaranya acara tersebut yang dihadiri oleh Bupati Limapuluh Kota, Ketua PGRI Kabupaten Limapuluh Kota sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Camat, Kapolsek, pengawas dan penilik TK, PAUD/ SD/MI, SLTP/MTsN/MTsS, SMA, Wali Nagari, Bamus, KAN nagari Tungkar dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Kemudian, Bapak Safarudin Dt. Bandari Rajo selaku bupati Limapuluh Kota memberikan pengarahan bahwasanya misi daerah Limapuluh Kota yang dapat dibantu oleh guru adalah dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dengan memberikan pembekalan yang matang dan mantap kepada anak didiknya, yakni dengan mengisi otak dan dirasakan qalbu Emosi yang terkendali.

Bak kata pepatah Minangkabau seseorang itu harus memilik “Raso dibao naiak, nafsu dibao turun. Kecerdasan IQ, EQ dan SQ anak didik harus dioptimalkan”. Jika guru sudah mampu mengiplementasikan ketiga kecerdasan tersebut, niscaya generasi Situjuah berubah menjadi pribadi yang berkualitas.

Ketua PGRI Kabupaten Limapuluh Kota Ibu Hj. Indrawati, S.Pd, MM.Pd memberikan sambutan agar Guru sebagai tenaga profesional mampu melaksanakan tugasnya sebaik baiknya sehingga visi misi daerah khususnya kabupaten Limapuluh Kota mewujudkan masyarakat madani, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dapat tercapai.

Di samping itu, guru yang sudah disejahterakan oleh pemerintah agar mampu menjadi tenaga profesional yang bermartabat. Kegiatan siaturrahim ini juga di isi dengan tausiah yang disampaikan oleh buya Zulhamdi Malin Mudo. Dalam tausiahnya, beliau memotivasi guru sesuai dengan tema satukan langkah menuju generasi Situjuah berakhlak mulia.

Baca Juga:  Bangkit Setelah Pandemi, Songsong Kurikulum Merdeka!

Beliau menegaskan bahwa orang yang sukses adalah orang orang berjuang dalam mengajak yang makruf dan mencegah yang mungkar.

“Amal yang tidak terputus pahalanya ada tiga, yang pertama adalah ilmu yang bermanfaat, sedekah jariah, doa anak yang shaleh semuanya ada pada seorang guru. Pentingnya seorang guru telah digambarkan oleh Allah SWT dengan diciptakannya Adam sebagai pengajar nama benda di alam. Doa Nabi Ibrahim memohon kepada Allah SWT semoga menciptakan rasul sebagai pengajar generasi penerusnya. Begitu besarnya kebutuhan dan kemuliaan seorang guru untuk generasi penerus,” katanya.

Selanjutnya Buya Zulhamdi Malin Mudo berharap guru sebagai profesi mulia akan dapat mewujudkan generas Situjuah berubah antara lain dengan cara; pertama, guru harus mampu menggantikan posisi ulama untuk mendidik peserta didik agar tetap beribadah terutama salat.

Guru semestinya sering mengingatkan anak didiknya akan salat lima waktunya. Kedua, Guru mampu mengajak anak didiknya untuk mencintai ilmu agama. Guru yang mendekatkan diri kepada Al Quran maka peserta didik akan dekat kepada Al Quran.

Koordinator Wilayah di bidang Pendidikan Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Ibu Syovieti, S.Pd bersama Kepala UPTD Pendidikan bertekad untuk mewujudkan generasi Situjuah berubah yakni generasi yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan.

Dengan demikian kita semua berharap para guru mampu menjadi guru ideal. Guru ideal adalah guru yang ketika tidak datang ke sekolah akan membuat peserta didik sedih, ketika belum datang dinanti-nanti oleh peserta didik, dan ketika mengajar membuat peserta didik bahagia.

Harapannya juga agar para guru dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Para guru juga dapat mengembangkan Platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama.

Acara silaturrahim dipandu oleh MC Bapak Tarzim, S.PdI, M.Ag bersama Ibu Nurmayanis, S.PdI serta dimeriahkan oleh Grup MSQ yang dibawakan oleh Medrianti, dkk, Guru Hafidz Al Quran, Grup Rebana sungguh berkesan.

Harapan dari anggota PC PGRI kecamatan Situjuah Limo Nagari agar acara silaturrahin ini bukan hanya sekedar menyatukan batin antar guru akan tetapi juga dapat diisi dengan acara yang dapat mengubah mindset guru akan perubahan pendidikan. Semoga kita para guru bisa menemukan keberkahan hidup karena mengajar itu tidak hanya sekadar mencari “ladang uang,” namun juga bisa menjadi “ladang amal” untuk kita.Aamiin. (***)