Suatu Keharusan Memahami Istilah P5 Dalam Kurikulum Merdeka

11819
Eva Susweti, S.Pd/ Ve Malik YH Guru SMK Negeri 1 Kecamatan Luak

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dengan kurikulum ini, dapat membantu guru untuk memilih berbagai perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Istilah P5 dalam kurikulum merdeka menjadi topik penting yang saat ini sedang banyak dibicarakan oleh teman-teman guru. Pasalnya P5 dalam kurikulum merdeka menjadi tujuan utama dan penting untuk ditanamkan dan ditekankan kepada peserta didik. Seharusnya para guru memahami konsep P5 ini dengan baik.

Mengutip Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pancasila susunan Rizky Satria, dkk., (2022). P5 dirancang secara terpisah dari intrakurikuler. Ini karena tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projeknya tidak berkaitan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.

Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan P5. Panduan pengembangan P5 ini memuat penyiapan ekosistem sekolah, desain, pengelolaan, serta pengolahan asesmen.

Selama projek berlangsung, satuan pendidikan bertugas melaporkan hasil, mengevaluasi, serta menindaklanjuti pelaksanaan P5 dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam praktiknya, terdapat panduan yang berisi prinsip-prinsip pengembangan P5.

Panduan ini dibuat untuk mendampingi dokumen lain yang mempunyai peran saling melengkapi. Untuk mendapatkan pemahaman secara menyeluruh, panduan ini perlu dipakai bersamaan dengan dokumen profil pelajar Pancasila dan contoh modul P5.
Sementara modul P5 berisi contoh perencanaan kegiatan yang disusun sesuai dengan tema dan fase tertentu.

P5 dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna memastikan P5 berjalan dengan baik.

Kita ketahui sendiri Indonesia sudah memasuki fase baru setelah melewati masa pendemi.Dimana pendemi menyebabkan pendidikan Indonesia mengalami learning loss atau tanpa pembelajaran. Untuk lebih jelasnya terkait P5 dalam kurikulum merdeka, berikut ini merupakan penjelasan terkait P5 tersebut.

Pengertian P5 dalam Kurikulum Merdeka

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila disingkat P5 dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan P5 dalam Pembelajaran Kegiatan kokurikuler berbasis projek. Dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila

Pelaksanaanya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Dirancang terpisah dari intrakurikuler (Tujuan, muatan, dan kagiatan pembelajaran projek profil tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler)

Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Pendidik dapat tetap melaksanakan pembelajaran berbasis projek di kegiatan mata pelajaran (intrakurikuler).

Pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran (CP), sementara projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar Pancasila.

Identifikasi awal kesiapan satuan pendidikan dalam menjalankan projek penguatan profil pelajar Pancasila didasarkan pada kemampuan satuan pendidikan dalam menerapkan pembelajaran berbasis projek (project based learning).

Pembelajaran berbasis projek adalah pendekatan kelas yang dinamis di mana peserta didik secara aktif mengeksplorasi masalah dan tantangan dunia nyata untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.

Pembelajaran berbasis projek bukan hanya kegiatan kegiatan membuat produk atau karya, namun kegiatan yang mendasarkan seluruh rangkaian aktivitasnya pada sebuah persoalan yang kontekstual.

Oleh karenanya, pembelajaran berbasis projek biasanya mencakup beragam aktivitas yang tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang pendek.Bisa jadi dalam jangka waktu tri semester atau satu semester. (***)