Program Inovatif SDN 59 Payakumbuh, Latih Empati Siswa Lewat Jumat Berbagi

25
INOVATIF: Siswa SDN 59 Payakumbuh saat melakukan kegiatan Jumat Berbagi .

Pendidikan karakter dan pembiasaan praktek sebaiknya dikenalkan kepada peserta didik sejak dini. Praktek baik dan pendidikan karakter tersebut adalah berbagi dan bersedekah. Mengajarkan kepada peserta didik untuk gemar berbagi dan bersedekah sedini mungkin akan tumbuh menjadi sebuah kebiasaan.

Sebab berbagi dan bersedekah adalah suatu bentuk empati dan tindakan nyata untuk menolong sesama, mempererat persaudaraan, serta melatih anak peka terhadap lingkungan sekitar.

Lingkungan terdekat peserta didik selain di rumah adalah di sekolah atau tepatnya kelas. Setiap lembaga pendidikan mempunyai sebuah program untuk meningkatkan kualitas peseta didiknya, begitu juga dengan SD Negeri 59 payakumbuh.

Salah satu program yang dijalankan yaitu kegiatan Jumat Berkah, yaitu berbagi dan sedekah setiap hari Jumat. Setiap hari Jumat peserta didik membawa beberapa makanan/snack dari rumah. Makanan kemudian dikumpulkan di sebuah meja besar di halaman sekolah.

Setelah kegiatan upacara agama dan penampilan bakat peserta didik dapat saling mencoba makanan yang dibawa oleh teman-temannya. Peserta didik bebas memilih makanan di meja. Baik makanan sendiri atau milik teman.

Jika makanan di meja besar masih banyak, peserta didik boleh mengambil lagi makanan tersebut, begitu juga ketika jam istirahat masih banyak makanan, mereka akan memberikan kepada penjaga sekolah, atau dibawa pulang.

Melalui kegiatan yang terbilang sederhana ini, kita berharap seluruh warga sekolah, terutama para peerta didik, bisa lebih meningkatkan lagi kepedulian dan kepekaan mereka terhadap warga.

Ketika peserta didik menikmati makanan bersama adalah saat yang baik, guru memberi pengertian pentingnya berbagi. Tidak semua orang memiliki kesempatan dan dapat melakukan kebaikan untuk sesama.

Selain itu guru juga dapat menanamkan pembiasaan baik. Misalnya adab makan, rasa ikhlas berbagi, serta kebersamaan. Selain untuk berbagi, kegiatan membawa makanan setiap Jumat sangat baik untuk mengenalkan kepada peserta didik berbagai makanan atau jajanan tradisional.

Berbeda dengan makanan modern seperti roti atau olahan dari bahan gandum, umumnya makanan tradisional diolah secara sederhana, seperti digoreng, dikukus, direbus. Setiap orang termasuk mereka yang masih anak-anak dan berstatus sebagai pelajar tingkat dasar,  sebenarnya telah memiliki rasa empati dalam dirinya.

Baca Juga:  Guru Harus Hadapi Kurikulum Merdeka

Adanya rasa empati itu mengajarkan anak untuk memiliki sikap sosial, salah satunya yaitu dengan cara berbagi dengan sesama. Mengajarkan anak untuk berbagi memang bukanlah hal yang mudah. Menumbuhkan rasa itu tidak bisa datang secara tiba-tiba,  melainkan membutuhkan proses yang disebut dengan pembiasaan.

Peserta didik diajarkan berempati dengan melakukan sedekah atau infak. Kebiasaan bersedekah yang diajarkan di sekolah akan menjadi kesempatan baik melatih peserta didik mengatur uang jajan mereka.

Dengan membiasakan bersedekah, peserta didik akan mengembangkan naluri untuk selalu menyisihkan uang jajan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan uang sedekah yang dikumpulkan. Guru harus menjelaskan penting bersedekah dan kegunaan uang sedekah yang telah dikumpulkan peserta didik.

Pada saat tertentu, uang sedekah dapat disalurkan langsung kepada yang membutuhkan. Contohnya, ketika terjadi bencana alam dapat disumbangkan sebagai bentuk peduli kepada para korban bencana.

Kerelaan menyisihkan uang saku peserta didik dan bersedekah tanpa pamrih merupakan salah satu keberhasilan dalam pembentukan pendidikan karakter peserta didik. Dengan Jumat Berkah guru juga dapat mengaitkan dengan mata pelajaran PPKn.

Yaitu pengamalan sila-sila Pancasila, seperti kemanusiaan, persatuan, dan rasa keadilan sosial. Rasa kemanusiaan dapat diwujudkan dalam bentuk saling berbagi makanan, atau mengumpulkan uang infak.

Kegiatan tersebut mengajarkan peserta didik pentingnya rasa persatuan, kekompakan, dan kebersamaan. Selain itu juga melatih siswa memiliki rasa tepa selira, menghargai pemberian teman, serta merasa mereka sama.

Contoh konkret dalam perilaku sehari-hari seperti ini yang akan melekat pada peserta didik dan terbawa hingga mereka dewasa. Karena apa yang mereka lakukan secara langsung adalah suatu pengalaman yang sangat berharga. (***)