Intervensi Literasi dan Numerasi, Tingkatkan Nilai Rapor Pendidikan

18
TEAMWORK: Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan saat melakukan kajian rapor pendidikan Kota Payakumbuh.

Rapor pendidikan. Ya itulah episode kesembilan belas dari Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Ini adalah sebuah platform yang menyajikan hasil asesmen nasional dan data lain mengenai capaian hasil belajar satuan pendidikan ke dalam suatu tampilan terintegrasi.

Tujuannya, tentu untuk satuan pendidikan dan pemerintah daerah agar bisa mengidentifikasi tantangan pendidikan di satuan pendidikan dan menjadi bahan untuk refleksi sehingga bisa menyusun rencana perbaikan pendidikan secara lebih tepat dan berbasis data.

Pada 2021, Kemdibudristek telah menyelenggarakan Asesment Nasional (AN) sebagai salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan yang berfokus pada kompetensi literasi, numerasi, dan karakter serta penilaian kondisi lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran yang efektif.

Berdasarkan data dari Kemdikbudristek, Asesmen Nasional Tahun 2021 diikuti lebih kurang 259 ribu satuan pendidikan, 3,1 juta pendidik dari peserta didik jenjang SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat dan SMA/SMK/MA sederajat.

Bulan Mei 2022 hasil assessment nasional tersebut telah keluar dan menjadi rapor pendidikan baik secara nasional, provinsi, Kab/Kota maupun masing-masing satuan pendidikan.

Dinas Pendidikan segera menanggapi hasil rapor pendidikannya untuk Kota Payakumbuh dengan melakukan analisa setiap kompetensi yang dinilai.

Berdasarkan hasil analisa diperoleh capaian untuk kompetensi literasi peserta didik SD dan SMP Kota Payakumbuh secara umum berada di atas nilai Kabupaten/Kota serupa nasional, rata-rata di provinsi dan rata-rata nasional (mencapai kompetensi minimum).

Adapun definisi capaian adalah sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca namun perlu upaya mendorong lebih banyak peserta didik menjadi mahir.

Sedangkan kemampuan numerasi peserta didik SD dan SMP Kota Payakumbuh secara umum berada di atas nilai kabupaten/kota serupa nasional, rata-rata di provinsi dan rata-rata nasional (di bawah kompetensi minimum).

Baca Juga:  TK Dharma Bhakti Payakumbuh, Partisipasi Masyarakat Ikut Biayai Pendidikan

Menyikapi hasil rapor pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh di bawah pimpinan Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd segera melakukan kajian khusus dengan pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah atau strategi untuk meningkatkan capaian rapor pendidikan di tahun yang akan datang.

Melalui rapat internal yang dilakukan secara berkala, direncanakan 3 tahap tindak lanjut yakni, mengidentifikasi masalah berdasarkan indikator yang ditampilkan dalam rapor pendidikan, melakukan refleksi capaian, pemerataan dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan menyusun kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan (BOS dan BOP) dan APBD.

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Drs. Danil Defo, M.Si di sela-sela kesibukan melakukan kajian terhadap rapor pendidikan Kota Payakumbuh beserta dengan tim, mengatakan, bahwa pada dasarnya rapor pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan 8 standar Nasional Pendidikan dan mecakup area yang berkaitan dengan input, proses dan output pembelajaran.

Satuan Pendidikan dapat melihat secara detail elemen-elemen per dimensi, sehingga dapat menggali kondisi capaian dan proses pembelajaran di tempat masing-masing.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan dapat melihat secara makro isu yang terjadi di daerah masing-masing. Dan juga dapat melihat capaian per jenjang yang menjadi fokus.

Lebih lanjut Kabid yang murah senyum ini menegaskan bahwa tindak lanjut dari hasil kajian rapor pendidikan ini harus dilakukan secara bertahap, sistematis dan komperehensif dengan tidak mengabaikan skala prioritas.

Sebab, untuk saat ini salah satu indikator yang mengukur capaian kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai rapor pendidikan.

“Maka sudah sewajarnya jika upaya-upaya yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan merupakan bagian dari upaya peningkatan capaian rapor pendidikan,” kata Danil Defo. (***)