Kertas Taubat, Saat Anak Emosi! Untuk Pembiasaan Berkata Baik

3
BISA DICONTOH: Contoh kertas taubat yang cukup efektif untuk memberikan efek jera terhadap anak, agar bisa belajar untuk menggendalikan emosi.

Emosi adalah, luapan perasaan yang tidak bisa dielakan bagi seorang anak. Maklum, itu merupakan masa emas bagi seorang anak dalam pengembangan diri.

Dan di sana pula lah peranan kita sebagai orangtua di rumah, atau pun guru di sekolah untuk melakukan pengawasan sehingga sifat sabar bisa ditanamkan dalam diri generasi muda kita.

Salah satu bentuk perwujudan luapan emosi seseorang yang paling sering kita dengar adalah melalui ucapan yang keluar dari mulut. Kata yang diucapkan tersebut bisa saja bernilai positif ataupun negatif.

Untuk nilai positif, ada yang mengeluarkan kata-kata baik, seperti “astaghfirullaah”, “oh my god”, dan ucapan lainnya. Namun banyak juga orang mengucapkan kata-kata yang tidak baik, seperti kata umpatan, carut marut, sumpah serapah, dan lain sebagainya.

Demikian juga yang terjadi pada anak-anak. Mereka suka meniru dan coba-coba. Maka salah satu tindakan yang bisa dilakukan orangtua dan guru adalah, mengajarkan anak-anak ucapan yang harus mereka ucapkan jika sedang emosi. Salah satunya adalah kalimat istighfar, yaitu “astaghfirullaah”, atau kalimat baik lainnya.

Baca Juga:  TK Dharma Bhakti Payakumbuh, Partisipasi Masyarakat Ikut Biayai Pendidikan

Karena kita juga tidak memungkiri, tanggung jawab seorang guru itu memang harus berupaya untuk mendidik moral tunas bangsa ke arah yang lebih baik. Meski berat, namun itulah tantangannya menjadi seorang tenaga pendidik.

Jika anak masih mengeluarkan kata-kata kotor, guru atau orang tua bisa memberikan hukuman. Salah satunya adalah dengan mengucapkan istighfar minimal seratus kali dan menuliskan telly dari setiap istighfar yang diucapkannya pada sebuah kertas.

Itulah yang dinamakan dengan “kertas taubat”. Dan beranjak dari pengalaman penulis selama ini, kegiatan seperti ini dinilai efektif untuk menyisakan efek jera bagi seorang anak sehingga ke depan, mereka mau merubah prilaku yang tidak sopan tersebut.

Diharapkan, pembiasan dari efek hukuman ini nantinya akan menjadikan anak terbiasa mengucapkan istighfar atau kalimat baik lainnya saat mereka emosi. Bagi pembaca yang tertarik untuk mencoba, tak ada salahnya untuk mencoba trik ini. (***)