Hindari Tiga Penyebab ”Gatal”

23
Maryani, S.Pd Guru UPTD SDN 08 Sarilamak

Gatal adalah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu gatal kulit karena mandi kurang bersih maupun gatal kepala karena ketombe atau kutu rambut. Namun gatal yang sering diucapkan setiap hari adalah makna kata gatal yang sebenarnya.

Di sini yang akan kita bicarakan adalah gatal dalam konteks sebuah singkatan. Gatal adalah akronim dari “gagal total”. Sering kita mengalami gagal total dalam pekerjaan kita. Sehingga kita akan me-review kembali apa yang sudah kita lakukan, ketika kegagalan datang menghampiri, serta sejauh mana upaya yang kita lakukan agar tidak gagal dalam berbagai hal.

Belajar dari pengalaman sehari-hari penyebab “gatal” antara lain, pertama “kudis”. Kudis merupakan singkatan dari kurang disiplin. Dalam melakukan suatu pekerjaan disiplin sangat dibutuhkan. Disiplin sendiri erat sekali hubungannya dengan waktu. Ketika waktu tidak dipergunakan sebaik mungkin maka tidak jarang kegagalan akan menemani usaha kita.

Misalnya sebagai seorang guru sebelum mengajar di kelas kita sudah menyiapkan berbagai persiapan kita dalam mengajar termasuk RPP. Pada pembelajaran untuk hari Senin dalam RPP alokasi waktu sudah kita tentukan. Karena waktu yang dipakai Pembina untuk menyampaikan amanat agak panjang akhirnya untuk memulai pembelajaran di kelas kita tertunda beberapa menit.

Akibatnya akan berentetan sampai jam pelajaran terakhir nanti. Waktu yang seharusnya 2 x 35 menit sebelum istirahat pertama akan berkurang. Sehingga penyampaian materi tidak akan sesuai target. Tentu ini akan berdampak juga pada pencapaian pembelajaran pada hari Senin tersebut.

Itu hanya satu contoh bahwa kurang disiplin (kudis) akan menyebabkan gagal total (gatal) dalam pembelajaran. Pengalaman lain misalnya, dalam suatu perlombaan panitia sudah mengalokasikan waktu untuk suatu penampilan selama 30 menit, namun sebelum tampil peserta mengalami penundaan waktu karena property mereka sedikit bermasalah, ketika separuh penampilan batas waktu habis, sedangkan penampilan belum sampai pada klimaksnya, tentu kelompok tersebut akan mengalami diskulifikasi karena penampilan tidak sesuai waktu.

Dan masih banyak lagi pengalaman kita sehari-hari yang membuktikan kalau kurang disiplin akan menyebabkan kegagalan. Penyebab gatal yang kedua yaitu “kutil”. Kutil adalah singkatan dari kurang teliti. Ketelitian termasuk kunci dalam keberhasilan.

Baca Juga:  Mira Oktavia, Guru Honorer: Bikin Bangga, Antarkan Sekolah Juara III Lomba UKS

Tidak sedikit orang besar rmengalami kekecewaan karena apa yang mereka harapkan tidak didapatkan karena menyepelekan teliti. Misalnya dalam melaksanak ujian UKG, peserta sering mengabaikan petunjuk dalam mengerjakan soal.

Ketika soal yang tampil di layar sudah selesai mereka kerjakan, mereka beranggapan bahwa mereka telah selesai dalam ujian, ternyata itu baru setengah dari seluruh soal ujian. lalu mereka mengklik “tangan melambai” itu berarti tes telah selesai.

Dan mereka akan sangat kaget melihat hasilnya, bahwa nilai yang diperoleh hanya 50, dan itupun kalau seluruh jawaban benar. Makanya teliti bukan hal yang bisa kita abaikan dalam melakukan berbagai hal. Itu jika kita tidak mau mengalami gatal (gagal total).

Penyebab yang ketiga adalah “kurap”, kurap kepanjangannya kurang rapi. Kurang rapi penyebab gagal bukan hanya dari segi hasil pekerjaan tapi juga kurang rapi dalam penampilan. Melihat Kurang rapi hasil pekerjaan, misalnya seorang siswa dalam mengerjakan soal-soal tugas. Tugasnya dikumpulkan tampa mempedulikan kerapiannya.

Jawaban sebenarnya sudah sesuai dengan apa yang diminta soal, tapi lembar jawabannya banyak coretan-coretan yang tidak perlu, akhirnya menjadikan jawabannya banyak yang tidak bisa dibaca, akhirnya guru mangalami kesulitan dalam memeriksa, bahkan susunan kalimat yang tidak rapi akan memberikan jawaban yang salah arti.

Dengan demikian dengan sendirinya nilai siswa tersebut akan berkurang. Jika semua tugas dikerjakan seperti itu, nilainya tidak akan mencapai target yang diinginkan. Hal tersebut tentu akan merugikan terhadap siswa itu sendiri.

Begitu juga dengan kurang rapi dalam penampilan. Guru adalah orang yang akan digugu dan ditiru oleh siswanya. Pembelajaran akan diterima oleh siswa jika hati mereka sudah senang dengan guru tersebut, dan awal semua itu adalah penampilan. Dengan demikian kurang rapi dalam penampilan akan mempengaruhi pada gagal atau berhasilnya kita dalam suatu pekerjaan.

Oleh sebab itu supaya kita tidak mengalami gagal total (gatal) hindari penyebabnya seperti kudis (kurang disiplin), kutil (kurang teliti) dan kurap (kurang rapi). Dengan demikian semoga kesuksesan akan selalu mengiringi setiap usaha dan pekerjaan kita.(***)