
Penulis : Riko Deris, M.Pd., Gr - Guru Pendidikan Pancasila SMP Nurul Ikhlas Kab. Tanahdatar
PADEK.JAWAPOS.COM - Jika pengalaman adalah guru yang terbaik, maka menjadi seorang guru merupakan pengalaman yang terbaik.
Ketika suatu kali ada yang bertanya, “Apa motivasi yang membuat Anda selalu bersemangat untuk mengajar?” Semua saya lakukan karena Allah swt dan itulah yang membuat saya semangat terus mengajar.
Tak terasa bertahun-tahun telah berlalu, tiba-tiba ada murid yang ingat masa-masa di sekolah bersama , itulah yang membuat saya menjadi termotivasi terus mengajar.
Ada semacam kebahagiaan tersendiri di dalam hati ketika murid yang kita ajar dulu masih ingat tentang kebaikan yang pernah kita ajarkan. Terlebih lagi jika mereka sekarang sudah menjadi orang sukses di bidangnya.
Guru sangat jauh berbeda dengan profesi seorang karyawan. Karyawan pulang tanpa membawa banyak tumpukan pekerjaan. Sementara guru, seringkali membawa tanggungan pekerjaan sebagai hasil dari suatu pembelajaran di sekolah.
Guru menjadi orang tua kedua bagi muridnya. Mulai dari merencanakan kegiatan pembelajaran, dituntut harus pandai berkomunikasi, berwawasan luas, visioner, mengorganisasi kelas, ataupun menjadi sosok yang bisa mengayomi.
Seseorang yang menjadikan segala urusan muridnya berjalan dengan lancar. Sosok yang bisa memberi kebahagiaan bagi muridnya, serta menyebarkan perasaan gembira dalam proses pembelajaran.
Pengalaman mengajar selama sepuluh tahun terakhir telah mendorong saya untuk berbuat lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.
Banyak sekali pengalaman didapatkan ketika menjadi guru. Saat pertama kali menjadi guru kelas 7 di sebuah SMP Swasta di Kecamatan X Koto Kabupaten Tanahdatar, saya sempat ragu apakah bisa menjalankan peran ini dengan baik atau tidak. Saya benar-benar harus belajar lagi, baik materi pelajarannya maupun cara mengajar yang bisa dipahami murid di kelas 7.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



