
Penulis : Yuhermita, S.Si - Guru SMK Negeri 6 Padang
PADEK.JAWAPOS.COM - Upacara bendera kerap dianggap sebagai kegiatan rutin yang bersifat formalitas.
Namun, jika dimaknai lebih dalam, upacara bendera memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta menumbuhkan semangat nasionalisme.
Setiap rangkaian kegiatan di dalamnya, mulai dari penghormatan kepada bendera Merah Putih hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengandung nilai perjuangan.
Pembacaan Pancasila juga menjadi bagian penting yang menanamkan nilai kebangsaan sejalan dengan semangat Kebangkitan Nasional.
Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei memiliki makna penting dalam sejarah Indonesia.
Momentum ini menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran persatuan, semangat perjuangan, dan cinta tanah air.
Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan pada masa penjajahan.
Nilai tersebut juga perlu terus ditanamkan kepada generasi muda saat ini.
Salah satu bentuk nyata penanaman nilai tersebut adalah melalui pelaksanaan upacara bendera di sekolah.
Upacara menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun karakter kebangsaan.
Upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin mingguan atau peringatan hari besar nasional.
Lebih dari itu, upacara merupakan sarana pembinaan karakter dan nasionalisme.
Dalam setiap prosesi, seperti pengibaran bendera hingga pembacaan teks Pancasila dan Janji Pelajar Indonesia, tersimpan nilai perjuangan.
Nilai tersebut selaras dengan semangat Kebangkitan Nasional.
Relevansi antara Kebangkitan Nasional dan upacara bendera dapat dilihat dari berbagai aspek.
Keduanya memiliki tujuan yang sama dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Pertama, upacara menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Nilai ini menjadi inti dari Kebangkitan Nasional saat para tokoh bangsa berjuang mempersatukan Indonesia.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




