Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan TKA Perdana Menakar Potensi, Jemput Masa Depan

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Rozatul Rahmah, S.Si
Rozatul Rahmah, S.Si

Advertisement

Penulis : Rozatul Rahmah, S.Si  - Guru IPA UPT SMPN 3 Batipuh Selatan

Riuh rendah diskusi ringan pecah di halaman UPT SMPN 3 Batipuh Selatan pada Kamis siang (09/04). Gurat ketegangan yang sempat menyelimuti wajah-wajah murid kelas IX selama dua hari terakhir mendadak sirna, berganti dengan senyum lega dan tawa rileks.

Mereka baru saja menyelesaikan sebuah tonggak sejarah penting dalam perjalanan akademik mereka: pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA)yang perdana.

Advertisement

Meskipun dalam skala jumlah peserta yang tergolong kecil, namun semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika UPT SMPN 3 Batipuh Selatan dalam menyelenggarakan ujian ini patut diacungi jempol.

Sebanyak 12 murid kelas IX, yang terdiri dari 4 murid laki-laki dan 8 murid perempuan, menjadi pionir dalam pelaksanaan asesmen yang bertujuan memetakan kompetensi literasi dan numerasi ini.

Persiapan Matang di Bawah Komando Kepala Sekolah

Advertisement

Kesuksesan pelaksanaan TKA yang berlangsung lancar ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses panjang dan persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan tiba. Menyadari bahwa ini adalah pengalaman pertama bagi para siswa, pihak sekolah melakukan langkah antisipatif yang terstruktur.

Kepala UPT SMPN 3 Batipuh Selatan, Ibu Yulita Noviarti, menjadi sosok penting di balik kesiapan mental dan materi para siswa. Beliau memberikan arahan tegas agar sekolah memberikan dukungan penuh kepada siswa kelas IX agar tidak merasa “buta” saat menghadapi lembar ujian.

“Kita ingin semua murid yang akan mengikuti TKA ini benar-benar siap. Bukan sekadar menjawab soal, tapi mereka memahami pola pikir yang dibutuhkan dalam TKA. Sesuai arahan, kita harus memberikan materi tambahan khusus untuk mata pelajaran yang akan diujikan agar mereka lebih percaya diri,” ujar Ibu Yulita Noviarti dalam satu rapat koordinasi sekolah.

Selain jam tambahan di sekolah, para murid juga dibekali dengan bank soal untuk dibahas di rumah, baik secara mandiri maupun berkelompok. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun ekosistem belajar yang mandiri di kalangan siswa kelas IX.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer