
Penulis: Dewi Eva Lina Masra, S.Pd., Guru Bahasa Inggris UPT SMPN 1 Tanjungemas
Sabtu, 18 April 2026, UPT SMPN 1 Tanjungemas memberdayakan seluruh siswa, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan, termasuk kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan, untuk memanen daun jeruk purut.
Panen raya ini pertama kali dilakukan di SMPN 1 Tanjungemas di bawah pimpinan Bestaliko, S.Pd. Jeruk purut ditanam pada masa kepemimpinan Genta Arni, S.Pd., yaitu pada tahun ajaran 2022/2023. Siswa kelas VII dan kelas IX melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan.
Projek P5 bertujuan membentuk siswa pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter, beriman, bernalar kritis, mandiri, kreatif, gotong royong, dan berkebinekaan global. Alur kegiatan Projek P5 meliputi tahap pengenalan (eksplorasi masalah).
Guru memancing siswa untuk mengenal kebutuhan lingkungan mereka, di mana kondisi wilayah SMPN 1 Tanjungemas yang luasnya kurang lebih 19.883 meter persegi memungkinkan ditanami palawija dan tanaman produktif lainnya.
Tahap kedua adalah kontekstualisasi (riset/analisis), di mana siswa bersama guru melakukan penelitian kecil-kecilan berdasarkan tekstur tanah dan tanaman yang paling banyak ditemukan di daerah sekitar.
Siswa dan guru sepakat menanam sebagian besar lahan dengan pohon jeruk purut karena Tanjungemas memang merupakan daerah penghasil daun jeruk purut, dan sebagian kecil lahan untuk tanaman cabai dan terong.
Cabai dan terong telah dipanen dan dinikmati langsung oleh siswa dengan cara diolah menjadi makanan untuk tema projek kewirausahaan.
Tahap ketiga adalah aksi nyata, di mana semua siswa kelas VII dan kelas IX yang memiliki tema Projek P5 Gaya Hidup Berkelanjutan mendapatkan tugas “satu siswa satu pohon jeruk purut”, mulai dari penggalian lubang, pemberian pupuk kandang, hingga penanaman.
Tahap keempat adalah refleksi, di mana siswa menilai sendiri apakah tanaman mereka berhasil atau gagal. Siswa dapat memahami keberhasilan atau kegagalan mereka, tetapi hanya satu atau dua tanaman yang gagal tumbuh karena sejak awal siswa sudah dibekali ilmu dan pengetahuan tentang tanaman tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



