Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tumbuhkan Kesadaran Hukum sejak Dini

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Murid SMK Negeri 6 Padang sedang mengikuti upacara bendera pada hari Senin beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Murid SMK Negeri 6 Padang sedang mengikuti upacara bendera pada hari Senin beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Advertisement

Penulis : Alvin Gumelar Hanevi, M.Pd. - Guru SMK Negeri 6 Padang

Pendidikan idealnya tidak hanya mengedepankan materi dan teori di kelas, namun akan jauh lebih bermakna jika dibuat dekat dengan kehidupan sehari-hari murid.

Dewasa ini, karakter dan perilaku murid kian hari kian mengkhawatirkan. Di berbagai media, informasi mengenai kenakalan remaja dan perilaku yang tidak pantas selalu saja dilakukan oleh murid-murid di berbagai wilayah. Persoalan ini kian serius karena solusi yang ditawarkan hanya sebatas penindakan (represif) bukan pencegahan (preventif).

Advertisement

Jika ditelusuri lebih lanjut persoalan yang menyangkut kenakalan dan karakter murid bisa di cegah dengan cara meningkatkan kesadaran hukum murid. Kesadaran hukum akan lebih mudah tumbuh jika murid memahami manfaat dan dampaknya secara langsung.

Upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum siswa bisa dilakukan dengan beberapa strategi efektif.

Pertama, pembelajaran yang dilakukan harus berbasis contoh kasus (nyata) yang dekat dengan murid, seperti penyebaran hoaks, pelanggaran lalu lintas, dan perundungan. Dengan pendekatan tersebut, murid akan lebih mudah memahami konsekuensi hukum dari suatu tindakan yang dilakukannya.

Advertisement

Kedua, pendidikan hukum yang sifatnya interaktif daripada hanya sekedar ceramah. Para murid dapat diajak melakukan diskusi, debat, simulasi sidang, roleplay, atau kuis hukum sederhana. Dengan menggunakan metode ini membuat murid lebih aktif dan kritis.

Ketiga, dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi. Rata-rata para murid merupakan generasi Z yang akrab dengan teknologi. Keakraban ini bisa menjadi ajang untuk edukasi hukum dengan cara mengajak dan melibatkan para murid untuk membuat konten edukasi hukum melalui video pendek, poster digital, atau podcast yang menarik bagi para remaja.

Penyampaian informasi dalam konten tersebut  juga perlu memerhatikan dan mengikuti perkembangan zaman sehingga mudah dipahami oleh murid itu sendiri.

Berikutnya yang keempat dengan menjalin kerjasama dengan aparat dan praktisi hukum. Sekolah dapat mengadakan seminar atau penyuluhan bersama polisi, hakim, pengacara, atau lembaga bantuan hukum. Pengalaman yang ditawarkan langsung dari para ahli dan praktisi biasanya lebih mudah dipahami dan memberikan kesan kuat kepada siswa.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis Keteladanan di Era Digital, Siapa yang Digugu dan Ditiru?

Krisis Keteladanan di Era Digital, Siapa yang Digugu dan Ditiru?

Anak semakin dekat dengan dunia digital. Keteladanan guru, orang tua, masyarakat, dan influencer penting untuk membentuk karakter.

Maulid Nabi di UNP, Sekjen Kemenag Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Tujuan Jelas dan Karakter Kuat

Maulid Nabi di UNP, Sekjen Kemenag Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Tujuan Jelas dan Karakter Kuat

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mendorong mahasiswa UNP memiliki tujuan jelas serta memperkuat komunikasi, karakter, akhlak, dan ketekunan.

5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

ASPIKOM CARE 2026 menghadirkan lima kegiatan edukatif untuk memulihkan trauma dan membangun kepercayaan diri siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer