
Penulis : Dina Mitra, S.Pd. - UPTD SD Negeri 04 Ampalu
PENDIDIKAN tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.
Karakter positif tidak tumbuh secara instan. Karakter terbentuk melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Berangkat dari pemikiran tersebut, saya menerapkan Jurnal Kebaikan Harian di kelas VI UPTD SD Negeri 04 Ampalu. Kegiatan sederhana ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan jurnal dilakukan pada akhir pembelajaran setiap hari. Sebelum pulang, siswa diberi waktu sekitar lima menit untuk menuliskan satu kebaikan yang mereka lakukan pada hari itu.
Mereka juga diminta menuliskan perasaan yang muncul setelah melakukan kebaikan tersebut. Dengan cara ini, siswa belajar mengenali sekaligus menghargai tindakan positif yang mereka lakukan.
Kebaikan yang dicatat tidak harus berupa hal besar. Membantu teman yang kesulitan belajar, membuang sampah pada tempatnya, meminjamkan alat tulis, atau jujur mengakui kesalahan merupakan contoh sederhana yang dapat mereka tuliskan.
Pada awal pelaksanaan, banyak siswa mengalami kesulitan. Mereka beranggapan bahwa kebaikan harus berupa tindakan luar biasa agar layak dicatat dalam jurnal.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemahaman siswa mulai berubah. Mereka menyadari bahwa setiap tindakan positif, sekecil apa pun, memiliki nilai yang berarti.
Kesadaran tersebut membuat siswa lebih peka terhadap perilaku baik yang mereka lakukan maupun yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Perlahan, mereka mulai melihat banyak kesempatan untuk berbuat baik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




