Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lima Menit yang Mengubah Karakter

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Murid SD Negeri 04 Ampalu sedang mengisi jurnal kebaikan harian pada akhir pembelajaran beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Murid SD Negeri 04 Ampalu sedang mengisi jurnal kebaikan harian pada akhir pembelajaran beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Advertisement

Penulis : Dina Mitra, S.Pd. - UPTD SD Negeri 04 Ampalu

PENDIDIKAN tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Karakter positif tidak tumbuh secara instan. Karakter terbentuk melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Advertisement

Berangkat dari pemikiran tersebut, saya menerapkan Jurnal Kebaikan Harian di kelas VI UPTD SD Negeri 04 Ampalu. Kegiatan sederhana ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan jurnal dilakukan pada akhir pembelajaran setiap hari. Sebelum pulang, siswa diberi waktu sekitar lima menit untuk menuliskan satu kebaikan yang mereka lakukan pada hari itu.

Mereka juga diminta menuliskan perasaan yang muncul setelah melakukan kebaikan tersebut. Dengan cara ini, siswa belajar mengenali sekaligus menghargai tindakan positif yang mereka lakukan.

Advertisement

Kebaikan yang dicatat tidak harus berupa hal besar. Membantu teman yang kesulitan belajar, membuang sampah pada tempatnya, meminjamkan alat tulis, atau jujur mengakui kesalahan merupakan contoh sederhana yang dapat mereka tuliskan.

Pada awal pelaksanaan, banyak siswa mengalami kesulitan. Mereka beranggapan bahwa kebaikan harus berupa tindakan luar biasa agar layak dicatat dalam jurnal.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemahaman siswa mulai berubah. Mereka menyadari bahwa setiap tindakan positif, sekecil apa pun, memiliki nilai yang berarti.

Kesadaran tersebut membuat siswa lebih peka terhadap perilaku baik yang mereka lakukan maupun yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Perlahan, mereka mulai melihat banyak kesempatan untuk berbuat baik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis Keteladanan di Era Digital, Siapa yang Digugu dan Ditiru?

Krisis Keteladanan di Era Digital, Siapa yang Digugu dan Ditiru?

Anak semakin dekat dengan dunia digital. Keteladanan guru, orang tua, masyarakat, dan influencer penting untuk membentuk karakter.

Maulid Nabi di UNP, Sekjen Kemenag Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Tujuan Jelas dan Karakter Kuat

Maulid Nabi di UNP, Sekjen Kemenag Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Tujuan Jelas dan Karakter Kuat

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mendorong mahasiswa UNP memiliki tujuan jelas serta memperkuat komunikasi, karakter, akhlak, dan ketekunan.

5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

ASPIKOM CARE 2026 menghadirkan lima kegiatan edukatif untuk memulihkan trauma dan membangun kepercayaan diri siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer