Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saga Saja Plus, Ikhtiar Nyata Membuka Jalan Masa Depan

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Tim Saga Saja Plus Kota Pariaman mengunjungi rumah calon penerima manfaat guna memverifikasi kondisi lapangan agar program tepat sasaran. (TIM LAMAN GURU)
Tim Saga Saja Plus Kota Pariaman mengunjungi rumah calon penerima manfaat guna memverifikasi kondisi lapangan agar program tepat sasaran. (TIM LAMAN GURU)

Advertisement

Penulis : Elvis Betrizon, S.Sos - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman

Pendidikan merupakan investasi terbaik yang dapat diberikan kepada generasi muda. Melalui pendidikan, peluang untuk meningkatkan kualitas hidup, memutus rantai kemiskinan, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul menjadi semakin terbuka.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Pa­ria­man di bawah ke­pe­mim­pinan Yota Balad-Mulyadi me­nghadirkan Saga Saja Plus sebagai salah satu program unggulan yang berpihak kepada masyarakat, khu­susnya keluarga kurang mampu yang memiliki anak berprestasi dan berkeinginan kuat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Advertisement

Jika sebelumnya fokus utama lebih diarahkan pada pemberian kesempatan kuliah bagi tamatan SMA/ sederajat  melalui skema yang telah ditetapkan, maka Saga Saja Plus hadir dengan cakupan yang lebih luas, lebih adaptif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.

Program ini tidak hanya memperluas pilihan perguruan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menempuh pendidikan pada 18 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang berada di dalam maupun di luar Kota Pariaman. Pendekatan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi calon mahasiswa untuk memilih program studi sesuai minat, bakat, dan cita-cita, dengan prioritas pada program-program vokasi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan de­mikian, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri, serta lebih mu­dah terserap di dunia kerja.

Tingginya animo mas­yara­kat menjadi bukti bahwa program ini benar-benar dibutuhkan. Hingga medio Juli 2026, antusiasme masyarakat terhadap Saga Saja Plus masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari 213 calon peserta yang mendaftarkan diri. Setelah melewati seleksi dan verifikasi, akhirnya 99 orang berhasil terpilih sebagai penerima manfaat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program tersebut.

Advertisement

Beberapa hari terakhir, saya memperoleh tugas sebagai bagian dari Tim Survei Lapangan untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi tempat tinggal calon peserta, khususnya di wilayah Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Selatan. Tim ini terdiri atas unsur Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pariaman, serta BAZNAS Kota Pariaman. Survei lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa bantuan benar-benar diberikan kepada mereka yang memenuhi kriteria dan layak menerima manfaat.

Pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yang selama ini mungkin hanya terlihat dalam bentuk angka dan dokumen administrasi. Di balik setiap berkas pendaftaran terdapat kisah perjuangan yang mengharukan. Ada calon peserta yang berasal dari keluarga dengan penghasilan tidak tetap, di mana orang tua bekerja sebagai buruh harian, nelayan tradisional, petani kecil, pedagang kaki lima, atau pekerja serabutan dengan pendapatan yang jauh dari mencukupi kebutuhan keluarga.

Kami  menjumpai calon peserta yang hidup bersama orang tua tunggal (single parent) karena ditinggal wafat pasangan ataupun akibat perceraian. Dalam kondisi demikian, seluruh tanggung jawab ekonomi keluarga bertumpu pada satu orang tua yang harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya. Mes­kipun hidup dalam keterbatasan, mereka tetap me­na­namkan semangat agar anak-anaknya terus bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Kami juga menemui calon mahasiswa yang berstatus yatim, piatu, bahkan yatim piatu, yang  diasuh oleh kakek, nenek, paman, bibi, atau keluarga terdekat. Ada pula yang tinggal menumpang di rumah kerabat karena tidak lagi memiliki rumah sendiri atau karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan memiliki tempat tinggal yang layak. Sebagian rumah yang kami kunjungi masih berukuran sederhana, berdinding papan atau bangunan semi permanen, dengan fasilitas yang sangat terbatas. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan harapan besar agar pendidikan mampu meng­ubah nasib keluarga mereka.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menata Langkah di Tahun Ajaran Baru

Menata Langkah di Tahun Ajaran Baru

TAHUN ajaran baru se­lalu­ menghadirkan suasana yang berbeda. Koridor se­kolah kembali ramai oleh la­ngkah-langkah kecil yang pe­nuh harapan.

Menutup Langkah Awal, Membuka Gerbang Prestasi

Menutup Langkah Awal, Membuka Gerbang Prestasi

SENYUM dan semangat terpancar dari wajah para peserta didik baru SD Negeri 04 Tarandam saat rangkaian MPLS

Membaca Masa Depan Sekolah lewat KSP

Membaca Masa Depan Sekolah lewat KSP

KURIKULUM Satuan Pen­didikan (KSP) atau yang dahulu dikenal sebagai Ku­rikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan dokumen strategis

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer