Selamat Hari Raya Idul Fitri, Nyala Spirit Literasi Bergelora

6
Safaruddin Datuak Bandaro Rajo Bupati Limapuluh Kota.

Salam kebahagiaan. Salam tiada pernah berhenti berpikir,bergerak dan berkarya untuk kemajuan nagari. Salam “saciok bak ayam, sadanciang bak basi”. Salam saiyo sakato nan tiada pernah pudar di dada dan jiwa. Salam kemajuan untuk kabupaten Limapuluh Kota yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan.

Kita sangat bahagia sekali ketika di Laman Guru Kabupaten 50 Kota ini, kita dapat membaca, menyimak betapa luar biasanya pergerakan kreativitas di berbagai sekolah di kabupaten kita.

Betapa hidupnya gerakan literasi yang memberi ruh di tiap ruang sekolah kita. Hidup literasi, hidup spirit kebaikan. Semangat kebaikan itu membuat kita untuk tiada henti berkarya. Bukankah, sekali hidup di atas dunia harus bermakna.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Dengan menulis, kita akan dikenang. Dengan berkarya, nama kita akan dicatat di dinding zaman bertinta emas yang akan menjadi “legacy/warisan” bagi anak cucu kita nanti.

Kita ucapkan terimakasih kepada insan pendidikan yang terus bergerak, berpikir lalu melaksanakan mewujudkan gagasan untuk membangun negeri dari ruang pendidikan.
Sebagaimana moto dari Laman Guru bahwa “hebat guru, hebatlah bangsa”.

Guru-guru Kabupaten Limapuluh Kota, kita yakini adalah bapak dan ibu guru yang senantiasa totalitas mengajar dan mendidik anak bangsa dalam segala ketulusan untuk membawa negeri yang kita cintai ini ke masa depan bangsa yang lebih baik dan berjaya menghadapi persaingan global yang makin kuat.

Baca Juga:  SMP N 1 Padang: Sarang Prestasi, Kebanggaan si Padang !

Guru-guru yang sangat kami muliakan. Tidak berapa hari lagi kita memasuki hari raya Idul Fitri. Inilah momen kita untuk berkumpul kembali bersama keluarga, baik yang ada di kampung halaman, maupun di rantau.

Diperkirakan, jutaan orang rantau akan berlebaran di kampung halaman. Karena, sejak covid melanda, dua kali lebaran sudah mereka tak pulang. Kerinduan itu, Insya Allah akan terobati di lebaran tahun ini.

Mari kita menjadi “tuan rumah” yang baik untuk melayani “perantau” yang notabenenya adalah dunsanak kita. Kita jalin kebersamaan ini. Dengan spirit idul fitri, kita sulam kebersamaan ini. Kebersamaan anatar ranah dengan rantau.

Bagaimanapun juga, kontribusi orang rantau terhadap pembangunan nagari ini, sungguhlah besar. Dukungan para perantai terhadap pembangunan di kabupaten yang sangat kita cintai ini, sangatlah bermakna.

Pada hari kemenangan ini. Pada hari untuk kembali menjadi suci, kembali bersihsecara jiwa dan raga, saat momen lebarankita manfaat saling memaafkan. Kami atas nama keluarga, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan bathin. Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik . (*)