Pandeka itu Bernama Kessyfa: Lembut di Sekolah, Garang di Gelanggang!

11
BIKIN BANGGA: Kessyfa Adya Putri ketika berhasil menuai prestasi yang membuat SMPN 1 Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota bangga.

Namanya Kessyfa Adya Putri. Lahir di Pakan Sabtu 12 Februari 2008. Gadis cantik ini lahir dari ayah bernama Heriandi dan ibu Rima Yanti. Kessyfa Adya Putri adalah anak ke 2 dari 3 orang bersaudara, yang bertempat tinggal di Subaladung Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak.

Gadis ini bertubuh tinggi semampai, cantik dan manis, lembut, bertutur kata dengan sopan, jika berpapasan dengannya tidak menyangka bahwa dia adalah pesilat tangguh yang punya keterampilan mengalahkan lawannya di arena pertarungan.

Si cantik ini sudah memulai mengasah dirinya menjadi pesilat dari kelas empat sekolah dasar. Dengan dorongan kedua orang tua setiap satu kali seminggu dia latihan dengan maksimal. Ayah dan ibu yang memperhatikan anaknya, membuat dia bersemangat, punya motivasi menjadi pesilat tangguh.

Ayah dan ibunya mengajarkan bahwa jadilah dirimu sendiri, meskipun kamu menjadi pesilat, jangan gunakan kepada yang salah. Artinya, meskipun kamu perempuan jadilah sebagai perempuan yang bertutur lembut, sopan. Silat adalah pagar diri. Jika berkompetisi jadilah sang cantik yang juara.

Si cantik sudah meraih juara 2 tahun berturut-turut. Tahun 2021 juara 1 di kejuaraan se-Sumbar yang diadakan di Solok Selatan. Bulan Maret 2022 ini juga pemegang juara 1 di kejuaraan Open Cup di Pekan Baru. Ia mampu meraih medali emas di 2 (dua) tahun berturut-turut.

Saat ini Kessyfa masih duduk di kelas VIII UPTD SMPN 1 Kecamatan Luak. Meskipun tidak mendapatkan juara di kelas hanya mendapatkan sepuluh besar di sekolah. Kebanggaan lain adalah berupaya mengembangkan potensinya dengan maksimal.

Gadis manis ini berpendapat : “Di balik kelembutan dan sebagai gadis minang yang saya miliki ada kekuatan yang harus saya kembangkan. Maksudnya, meskipun saya seperti gadis biasa, saya ingin bisa memelihara diri dengan pandai bersilat. Seperti pesan ayah dan ibu bahwa saya harus bisa memelihara diri sehingga tidak diganggu oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab”. Ya, begitulah Kessyfa, lembut di sekolah tapi garang di gelanggang ! (***)