Memanfaatkan Lahan Kosong dan Air Limbah Wudhu

9
PEDULI LINGKUNGAN: Salah seorang siswi menyiram tanaman di kebun sekolah dengan memanfaatkan air limbah wudhu.

Jika dilihat dari segi geografisnya, SMP Negeri 8 Payakumbuh boleh dikatakan terletak sangat strategis, yakni di jalan Pahlawan nomor 13. Lokasinya cukup luas.

Mempunyai ruang belajar yang cukup untuk proses belajar, dilengkapi dengan labor IPA, labor komputer, bahkan ada ruangan yang bisa dijadikan mushala dengan kapasitas lebih kurang 300 orang siswa untuk kegiatan salat berjamaah.

Meskipun ruangannya cukup banyak, namun masih ada lahan yang kosong di lahan seluas 12,050 M² ini. Lokasi yang biasanya dibiarkan terbengkalai dan nyaris tidak terurus ini, selain tidak enak dipandang, dikhawatirkan bisa menjadi sarang nyamuk yang dapat mengancam kesehatan warga sekolah dan lingkungan.

Sebagai upaya membangun perilaku peduli terhadap lingkungan, SMP Negeri 8 Payakumbuh memanfaatkan tanah-tanah kosong ini untuk menanam tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, tanaman bumbu-bumbu dapur, umbi-umbian, dan tanaman obat.

Adapun yang bertugas melakukan penanaman dan perawatan adalah kelas yang sudah ditunjuk untuk bertanggung jawab sesuai tugas dan lokasinya. Mereka nampaknya senang melakukan kegiatan menyiram dan merawat tanaman-tanaman tersebut.

Saat panen tiba guru-guru pun dengan senang hati ikut menikmati dan menukarnya dengan uang sehingga dari penjualan tersebut dapat lagi dibeli bibit yang baru dana pupuknya.

Baca Juga:  Merdeka Belajar Bukan Merdeka Mengajar

Selain memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya tanaman, di SMP Negeri 8 Payakumbuh juga dibuat kolam yang memelihara beberapa jenis ikan seperti ikan mas, nila, gurami dan patin. Kolam yang berukuran 4 x 6 meter ini airnya berasal dari air limbah wudhu siswa sehingga air limbah tersebut tidak terbuang begitu saja.

Saat ini sudah ada ikan yang bisa dipanen dengan ukuran berat 1 kg /ekor. Bahkan, sebelumnya ada gurami yang mencapai berat 2 kg/ekor yang diolah dan dinikmati saat makan bersama setelah melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.

Kegiatan pemanfaatan lahan kosong dan limbah ini ternyata dapat memberikan beberapa manfaat bagi warga SMP Negeri 8 Payakumbuh. Lingkungan menjadi terpelihara, bersih dan tertata, serta diharapkan dari kegiatan ini tumbuh karakter peduli lingkungan bagi semua warga sekolah terutama siswa.

Jika karakter peduli terhadap lingkungan ini sudah membudaya pada diri siswa, pada gilirannya nanti mereka akan dapat memanfaatkan lingkungan tempat tinggalnya sendiri sehingga diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan di masyarakat. (***)