Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemampuan Literat Dengan Berpikir Terbalik

Novitri Selvia • Selasa, 17 Januari 2023 | 13:22 WIB
Metria Eliza,S.Pd (GURU SD NEGERI 03 BATUBULEK)
Metria Eliza,S.Pd (GURU SD NEGERI 03 BATUBULEK)
Allah telah menciptakan manusia melebihi makhluk yang lain dengan diberikannya akal. Kemudian Rasulullah Muhammad SAW datang untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Adalah iqra’ yang artinya bacalah, yang menjadi ayat pertama yang diterima Rasulullah. Jadi ribuan tahun lalu ajakan untuk membaca sudah dikibarkan. Hingga zaman kiwari ini seruan itu lebih dikenal dengan istilah literasi dan menciptakan generasi literat.

Literat artinya bukan hanya membaca dan menulis. Secara umum literat bisa diartikan seluruh kemampuan membaca dan menulis serta menghasilkan suatu keterampilan akibat kegiatan tersebut dan menghasilkan umpan balik (fedback).

Seorang literat akan selalu menggali ilmu dan mencari sumber ilmu baru dari berbagai sumber untuk diaplikasikan ke dunia nyata. Mereka juga bisa memilah informasi yang didapat itu benar atau salah. Sehingga seorang literat tidak akan mudah terjerumus dalam informasi yang menyesatkan apalagi untuk membuat suatu keputusan.

Nah, bagaimana dengan berfikir terbalik? Pemikiran tentang berfikir terbalik sudah menjadi fenomena dan bahan rujukan dari beberapa tokoh. Banyak tokoh hebat lahir dari cara berfikir terbalik yang telah dilakukannya dalam menuju kesuksessan.

Berfikir terbalik adalah suatu proses berfikir dan memandang sesuatu dari sudut terbalik adalah ketika dihadapkan kepada satu masalah, kita tidak mencari solusi dari permasalahan tersebut tetapi mencari hal-hal yang dapat memicu permasalahan.

Berfikir terbalik bisa juga dikatakan menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Berfikir terbalik bisa juga dikatakan kreatifitas. Seseorang yang selalu menggunakan cara berfikir terbalik akan berbeda dengan orang lain dalam arti yang positif.

Berfikir terbalik juga cara memandang sesuatu dari sudut yang berbeda sehingga menimbulkan rasa empati, toleransi dan beberapa nilai positif lainnya. Seperti diketahui kemampuan otak kanan sangat dahsyat jika dikembangkan secara baik. Jadi kalau saja kemampuan literat seseorang digabungkan dengan kemampuan berfikir terbalik, maka akan tercipta manusia yang hebat, kreatif, dan inovatif.

Sebagai contoh, disuatu daerah terdapat persoalan untuk meningkatkan PAD nya, maka pejabat yang berwenang bisa mencari jawaban dengan pertanyaan bagaimana menurunkan PAD? dari jawaban - jawaban itu akan ditemukan beberapa jawaban yang sesungguhnya merupakan hambatan untuk meningkatkan PAD nya.

Sehingga dari cara berfikir tersebut dapat menemukan solusi dari masalah yang ada dan menjadikan kelemahan itu menjadi kekuatan bagi daerahnya. Dari salah satu contoh tersebut terlihat dahsyatnya berfikir terbalik yang digabungkan dengan kemampuan literat. Beberapa kepala daerah yang menggunakan berfikir terbalik dan literat adalah; Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh.

Contoh lain dahsyatnya kemampuan berpikir terbalik yang dapat digunakan pendidik dalam menyukseskan pendidikan di sekolahnya adalah bagaimana cara meningkatkan minat baca terhadap anak? Cara berfikir biasa kita akan menjawab dengan mencari solusinya, tapi berfikir terbalik akan muncul pertanyaann yang dibalik yaitu bagaimana menurunkan minat baca kepada anak?

Maka dari jawaban berfikir terbalik itu akan muncul jawaban-jawaban yang bisa dijadikan solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi. Contoh lain bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, maka cara berfikir terbalik adalah membuat pertanyaan bagaimana menurunkan kualitas pendidikan di sekolah.

Dari jawaban tersebut dapat dilihat faktor-faktor yang menjadi penghambat selama ini dan dicarikan solusinya. Kalau ingin dikenal jadilah berbeda dalam arti positif, karena yang berbeda itu langka, yang langka itu mahal, yang mahal itu memiliki nilai tinggi. Jadi selamat mencoba berfikir terbalik dan literat.(***) Editor : Novitri Selvia
#Berpikir Terbalik #Metria Eliza #Kemampuan Literat