Sementara itu khusus kepala sekolah akan tergabung dengan MKKS atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah MGMP juga memiliki kepengurusan yaitu sebagai berikut. 1) Pengurus terdiri dari satu ketua, satu wakil, satu sekretaris, satu bendahara dan tiga ketua bidang Bidang.
Maksudnya adalah bidang perencanaan dan bidang pelaksanaan program, bidang pengembangan organisasi, administrasi, dan sarpras, serta bidang hubungan masyarakat dan kerja sama. 2) Pengurus di pilih berdasarkan AD/ART oleh setiap anggota. 3) Anggota berasal dari guru guru Sekolah Negeri dan Swasta, baik PNS mau non PNS. 4) Anggota memuat guru mata pelajaran di tingkat SMP/MTs Anggota bisa berasal dari Dua puluh sekolah bahkan lebih dari itu. Hal itu di sesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
Dasar Hukum Penyelenggaraan MGMP. Sebagai suatu organisasi yang legal, MGMP tentu harus memilki dasar hukum penyelenggaraan. Lantas apa syarat kelengkapan dasar hukum penyelenggarannya.
Satu Surat penetapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota. Dua Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Tiga Memiliki Struktur organisasai (kepengurusan). Ketiga syarat di atas merupakan kelengkapan yang harus dimiliki.
Bapak/Ibuk mengikuti berbagai pelatihan/bimtek dalam guru pembelajaran melalui PKB, yaitu Bapak/Ibuk harus bergabung dalam komunitas MGMP di Kab/Kota tempat tinggal Bapak/Ibuk. Jika Bapak/Ibuk tidak mau bergabung dengan MGMP, profesionalitas kerja bapak/ibuk tidak akan diperhitungkan.
Artinya, penting sekali keikutsertaan bapak/ibuk dalam forum MGMP. Hal yang tak kalah penting adalah bisa menggantikan pola pelatihan-pelatihan/bimtek yang biasa di lakukan di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Penndidikan).
Adapun tujuan dari MGMP dalam pelaksanaannya adalah sebagai berikut, 1) Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan guru dalam proses kegiatan mengajar, yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil pembelajaran. 2) Menjadi forum untuk menyetarakan kemanpuan di bidangnya guna menunjang pemerataan peningkatan kegiatan belajar mengajar. 3) Forum diskusi untuk guru mengenal permasalahan yang terjadi sehari hari selama proses belajar mengajar.
4) Membantu guru untuk mendapatkan berbagai informasi tentang pendidikan, misalnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan kurikulum, metologi dan sebagainya. 5) Forum untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan. 6) Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembaangkan RPP. 7) Meningkatkan kompetensi dalam penyelenggara Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM ).
Apa saja kegiatan dalam MGMP? kegiatan yang di lakukan haruslah mengacu pada Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru. Adapun kegiatan yang biasa di lakukan adalah sebagai berikut.
Kegiatan rutin Kegiatan rutin dalam MGMP adalah sebagai berikut, 1) Diskusi tentang masalah yang terjadi pada proses pembelajaran. 2) Menyusun dan mengembang silabus, program semester, dan rencana program pembelajaran. 3) Analisis kurikulum. 4) Menyusun laporan hasil belajar siswa. 5) Pendalaman materi. 6) Pelatihan tentang penguasanan materi yang mendukung proses pembelajaran.
Pelatihan semacam ini di harapkan mampu menunjang kinerja guru saat melakukan pembelajaran. 7) Membahas materi dan pemantapan menghadapi ujian. Kegiatan pengembangan meliputi kegiatan berikut (Penelitian Tindakan Kelas /studi kasus, Penulisan karya ilmiah, Seminar, lokakarya, dan diskusi, menerbitkan jurnal, menyusun dan mengembangkan website MGMP.
Kegiatan penunjang, kegiatan penujang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru tentang materi tambahan seperti teknologi informasi dan komunikasi dan lain-lain. Indikator Keberhasilan MGMP.
Pengetahuan dan ketrampilan yang di peroleh dari MGMP tidak berhenti di ruang pertemuan saja, melainkan harus diimplementasikan secara optimal untuk kemajuan para peserta didik dan guru itu sendiri. Indikator keberhasilannya bisa di lihat dari hal-hal berikut, 1) Tercapainya peningkatan mutu Pelayanan Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan (Paikem).
Sehingga bisa bermakna bagi siswa. 2) Terjadinya prestasi belajar pada siswa. 3) Peningkatan pengetahuan ketrampilan, sikap, dan kinerja para anggota menjadi lebih profesional. 4) Adanya tukar pengalaman dan umpan balik antar guru. Ternyata MGMP Memberikan banyak mamfaat bagi skill mengajar, dan siap untuk membantu, tetap Semangat untuk Kemajuan Bangsa.
Pengembangan komptensi profesional yang di lakukan di MGMP IPS terwujud dalam bentuk pelatihan dan worshop dan diskusi untuk guru IPS (SMP). Pengembangan kompetensi guru adalah setiap aktivitas yang di lakukan secara terencana untuk menjaga dan meningkatkan pengetahuan, sikap, perbuatan dan keterampilan guru yang terkait dengan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.
Sehingga proses pembelajaran dan pendidikan berjalan dengan efektif dan lebih baik. Pelatihan yang di selenggarakan yaitu pembuatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan workshop yang meliputi peningkatan karir guru, Studi Lapangan.
Ketiga program kerja tersebut di susun bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai materi, meningkatkan keprofesian guru secara berlanjutan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Secara keseluruhan pelaksanaan program peningkatan karir guru.
Salah satu manfaatnya yaitu untuk menaikkan karir atau jabatan. Penting dilakukan usaha untuk penelitian terutama penelitian tindakan kelas, agar guru lebih memahami permasalahan-permasalahan yang di hadapi dalam proses pembelajaran. Usaha untuk mengembangkan kompetensi profesional guru IPS harus di ikuti dengan motivasi yang tinggi dalam memperluas wawasan atau menambah pengetahuan.
Sebab ilmu pengetahuan saat ini selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, sehingga guru di tuntut untuk mengikuti berbagai pelatihan melalui forum MGMP IPS.
Program Studi Lapangan menjadi agenda rutin tiap tahun yang di laksanakan oleh MGMP IPS, Objek yang menjadi kajian untuk berbeda setiap tahunnya dan di sesuaikan dengan materi pelajaran IPS.
Secara tidak langsung program ini dapat berimplikasi pada kompetensi pedagogik guru, karena guru mendapatkan referensi untuk mengajak peserta didik untuk terjun langsung ke lapangan, jadi pembelajaran IPS tidak hanya melalui buku saja. Upaya mengatasi hambatan pelaksanaan program MGMP IPS antara lain pengurus MGMP dan anggota/guru IPS SMP membuat kesepatan pertemuan atau kegiatan di lakukan.
Hal ini di lakukan agar tidak menggangu jam belajar mengajar di sekolah, selalu berkomunikasi dengan pihak sekolah, terutama kepala sekolah untuk mendorong atau memotivasi guru–guru IPS agar aktif dalam kegiatan MGMP IPS, Menyepakati bahwa pemilihan calon pengurus saat ini di usahakan untuk merata di setiap sekolah agar semua guru merasakan menjadi pengurus MGMP IPS, pengurus dan anggota berupaya untuk menggunakan seolah yang memiliki fasilitas mendukung sebagai tempat kegiatan MGMP IPS agar kegiatan dapat berjalan lancar dan kondusif. (Upik Yusni, S.Pd, GURU UPTD SMPN 2 KECAMATAN PAYAKUMBUH) Editor : Novitri Selvia