PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian khusus untuk kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini.
Fadly Amran, BBA dan Maigus Nasir, M.Pd. selaku walikota Padang dan wakil walikota yang baru saat ini, telah mengerahkan lebih dari 1.034 pejabat struktural Pemko untuk membuka kegiatan pesantren Ramadhan 1446 H.
Kegiatan pesantren Ramadhan 1446 H telah dibuka secara serentak di masjid dan musala yang ada di kota Padang pada hari Kamis tanggal 05 Maret 2025.
Lebih dari 1.100 masjid dan musala yang menjadi penyelenggara pesantren Ramadhan tahun ini dengan jumlah peserta Sebanyak 87 ribu siswa SD dan SMP sederajat.
Kegiatan pesantren Ramadhan tahun ini diharapkan betul-betul mampu memberikan dampak dan efek yang maksimal dalam membentuk karakter siswa-siswi kota Padang.
Diantara poin penting yang menjadi perhatian Pemko Padang pada kegiatan pesantren Ramadhan tahun ini adalah agar pelajar kota Padang terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran antar pelajar.
Tak bisa dipungkiri bahwa pelajar kota Padang hari ini dalam keadaan “sedang tidak baik-baik saja”.
Maraknya tawuran antar pelajar menjadi tantangan besar bagi orang tua dan guru saat ini. Mirisnya, tawuran pelajar itu pun masih terjadi di bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini.
Seyogyanya, umat Islam termasuk pelajar menjadikan Ramadhan sebagai bulan memperbanyak amal saleh untuk meraih keutamaan yang ada di bulan Ramadhan menuju insan yang bertakwa di sisi Allah SWT.
Perhatian yang lebih dari Pemko Padang saat ini untuk kegiatan pesantren Ramadhan, dengan berbagai penunjang yang telah disiapkan mudah-mudahan membawa perubahan yang lebih baik dari tahun-tahun yang sebelumnya.
Pemko Padang juga ingin menjadikan masjid dan mushalla di kota Padang sebagai pusat kegiatan generasi melalui program unggulan “Smart Surau”.
Pemko Padang akan menyediakan WiFi gratis serta ruang pembelajaran digital di masjid dan mushalla kota Padang.
Masjid Nurus Salam sebagai salah satu masjid penyelenggara pesantren Ramadhan yang berada di kelurahan Bungo Pasang, bertekad mensukseskan kegiatan pesantren Ramadhan 1446 H.
Kolaborasi antara panitia pelaksana,guru pendamping,kepala sekolah,tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW yang ada di sekitar masjid Nurus Salam diharapkan kegiatan pesantren Ramadhan berjalan lebih maksimal.
Kegiatan pembukaan pesantren Ramadhan masjid Nurus Salam dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ibu Yanti Sumarni, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat).
Kegiatan pesantren masjid Nurus Salam tentu merujuk pedoman pesantren yang telah diluncurkan oleh Pemko Padang.
Disamping itu pesantren Ramadhan masjid Nurus Salam juga ingin mewujudkan generasi yang cinta masjid dan anti tawuran.
Para pelajar saat ini merupakan aset bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dimasa mendatang.
Mewujudkan generasi yang religius yang cinta masjid dan anti tawuran merupakan pondasi awal untuk menyiapkan generasi hari ini sebagai penerus peradaban bangsa di masa mendatang.
Berbagai kegiatan pesantren Ramadhan masjid Nurus Salam harus diikuti oleh seluruh peserta pesantren Ramadhan dengan baik.
Mulai dari shalat wajib berjama’ah, tilawah dan tahfidz Al-Qur’an, shalat Dhuha, mengikuti pemaparan materi pesantren Ramadhan, serta kegiatan lainnya. Kegiatan ini dipandu oleh panitia dan guru pendamping yang ada.
Semua kegiatan yang berpusat di masjid ini diharapkan menjadi kebiasaan bagi peserta pesantren Ramadhan dan lebih dari itu menjadikan mereka terpaut hatinya di masjid.
Romi Desrianto bersama seluruh panitia dan guru pendamping pesantren yang ada di masjid Nurus Salam sangat berharap dengan kegiatan pesantren Ramadhan ini akan lahir generasi yang cinta masjid dan anti tawuran serta menjalin ukhuwah dan persaudaraan diantara sesama mereka.
Pak Romi dan seluruh panitia belajar dari sejarah dakwah Rasulullah, SAW. Asy Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi dalam kita Fiqih Sirah menjelaskan bahwa kunci keberhasilan Rasulullah SAW membangun dakwah dan peradaban Islam di Kota Madinah ada tiga yaitu;
Pertama, membangun masjid dan menjadikan masjid sebagi pusat kegiatan umat. Kedua, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.
Ketiga, adanya perjanjian Hudaibiyah. Menjadikan peserta didik generasi cinta masjid dan menjalin ukhuwah sesama mereka merupakan poin penting dalam kegiatan pesantren Ramadhan masjid Nurus Salam tahun ini.
Materi pesantren Ramadhan yang komplek sudah disiapkan Pemko Padang, mulai dari materi akidah, ibadah, akhlak dan bahkan ada materi khusus terkait perilaku negatif yang harus dihindari remaja diharapkan memberikan pemahaman dan pencerahan kepada peserta pesantren Ramadhan masjid Nurus Salam.
Sehingga menjadikan mereka lebih berkarakter sesuai dengan nilai-nilai agama dan adat istiadat Minangkabau serta mereka terhindar dari perilaku negatif terutama tawuran antar pelajar.
Menjelaskan kepada peserta pesantren Ramadhan tentang pentingnya ukhuwah dan persaudaraan dalam Islam.
keutamaan menjalin ukhuwah Islamiyah serta balasan kepada orang-orang yang saling menyayangi sesama manusia akan memberikan nilai tersendiri menjadikan mereka generasi yang berkarakter.
Rasulullah saw bersabda yang artinya “Allah yang memiliki sifat penyayang akan menyayangi hamba-Nya yang penyayang, maka sayangilah yang ada di bumi yang di langit akan sayang kepadamu”.
Semoga kegiatan pesantren Ramadhan 1446 H berjalan dengan lancar dan sukses, serta mampu melahirkan generasi cinta masjid, anti tawuran dan saling menyayangi sesama mereka. Semoga Allah mudahkan, Aamiin.(Romi Desrianto, S.Pd.I, GURU SDN 22 LUBUKMINTURUN)
Editor : Novitri Selvia