Lanyalla Dorong Pemerintah Dukung Pelaku Industri Masker dan Alkes

33

Pelaku industri Indonesia berhasil mengekspor masker dan berbagai alat kesehatan pencegah virus korona (Covid-19) hingga USD 209,4 juta atau sekitar Rp 2,97 triliun. Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti memberi apresiasi atas capaian tersebut.

“Saya menyambut gembira pelaku industri dalam negeri mampu mengekspor masker dan alkes pencegahan Covid yang jumlahnya cukup besar. Menurut saya ini merupakan prestasi luar biasa karena nilainya tidak main-main, hampir menembus Rp 3 triliun,” ujar Lanyalla, Rabu (30/12/2020).

Menurut informasi dari Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, jumlah ekspor masker dan alkes senilai Rp 2,97 triliun itu terdiri dari USD 73,3 juta ekspor masker bedah, USD 62,2 juta masker kain, USD 36,9 juta meltblown non-woven dari filamen buatan, USD 23,8 juta meltblown selain filamen buatan, USD 11,7 juta gaun bedah, dan USD 1,5 juta pakaian pelindung medis (coverall). Ini merupakan data hingga Agustus 2020. Lanyalla pun memuji pelaku industri yang berhasil mendapat kepercayaan pasar internasional.

“Itu artinya, kualitas barang-barang dari sektor kesehatan dalam negeri tidak diragukan lagi. Bahkan pasar internasional banyak yang mengambil barang-barang industri kesehatan dan farmasi dari Indonesia,” sebut Lanyalla.

Tak hanya itu, keberhasilan ekspor masker dan alkes oleh Indonesia juga menunjukkan sisi positif lainnya. Di saat banyak sektor usaha yang terkena dampak, kata Lanyalla, industri masker dan alkes justru mengalami peningkatan pesat saat pandemi.

Baca Juga:  Dititipi Rp 15 T, kini jadi Rp 66,6 T, Mandiri Kembangkan Dana PEN

“Pelaku industri masker dan alat kesehatan lainnya mampu membuktikan tetap produktif di tengah pandemi. Tentunya hal ini akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur mantan ketum Kadin Jawa Timur itu.

Menurut data Kemenperin, pelaku industri masker dan alkes di Indonesia bisa memproduksi sekitar 37,1 juta coverall setiap bulannya. Mereka juga dalam sebulan mampu memproduksi 24,5 juta surgical town atau gaun bedah, 343,8 juta masker bedah, dan 360 ribu masker N95.

Lanyalla pun mendorong agar pemerintah terus memberi dukungan kepada pelaku industri masker dan alkes pencegahan Covid, baik melalui bantuan dana modal, kemudahan izin usaha, maupun berbagai pelatihan. Dengan begitu, Indonesia juga mampu memenuhi kebutuhan negara-negara tetangga yang membutuhkan masker serta alat kesehatan lain dalam berjuang melawan Covid.

“Dukungan harus diberikan juga kepada pelaku industri kecil maupun menengah agar mampu meningkatkan produktivitas pembuatan masker dan alkes sehingga Indonesia bisa mengekspor lebih banyak lagi,” tutup Lanyalla. (rel)

Previous articlePemko Padang Siagakan 150 Personel Dukung Prokes selama Liburan
Next articleWeekend Streaming Drakor? #KenapaNggak