Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMAN 1 Lareh Sago Halaban Belum Tersentuh Program MBG

S
Penulis: Syamsu Ridwan❯

 


Advertisement

Kepala SMAN 1 Lareh Sago Halaban Masdal Fitri melihat siswa makan siang, kemarin. Ia berharap program MBG sampai di sekolahnya.
Kepala SMAN 1 Lareh Sago Halaban Masdal Fitri melihat siswa makan siang, kemarin. Ia berharap program MBG sampai di sekolahnya.
PADEK.JAWAPOS.COM—SMAN 1 Lareh Sago Halaban hingga kini belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah. Padahal, sekolah dengan jumlah peserta didik cukup besar tersebut sangat berharap dapat merasakan program yang sama seperti sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah perkotaan.

Kepala SMAN 1 Lareh Sago Halaban, Masdal Fitri, mengatakan saat ini sekolahnya memiliki sebanyak 956 peserta didik yang terbagi dalam 28 rombongan belajar. Namun, hingga sekarang program MBG belum menjangkau sekolah tersebut.

”Untuk Makan Bergizi Gratis, sampai saat ini sekolah kami belum menerima manfaatnya,” ujar Masdal Fitri saat diwawancarai.

Advertisement

Meski demikian, pihak sekolah selama ini telah melaksanakan kegiatan serupa dalam rangka mendukung pola hidup sehat melalui Program Gerakan Sekolah Sehat. SMAN 1 Lareh Sago Halaban juga merupakan sekolah binaan nasional dalam program sekolah sehat.

”Salah satu program yang kami jalankan adalah BBM Dharma, atau bawa bekal dari rumah. Siswa membawa bekal makan siang dari rumah lengkap dengan tempat makan dan tempat minum,” jelasnya.

Menurut Masdal Fitri, program tersebut bertujuan untuk membiasakan peserta didik mengonsumsi makanan sehat dan higienis. Namun, pihak sekolah tetap berharap agar program MBG dapat diterapkan di sekolahnya seperti yang telah berjalan di Kota Payakumbuh.

Advertisement

”Berdasarkan informasi yang kami terima, di kota hampir 100 persen sekolah sudah menerima MBG. Sementara sekolah kami belum, tentu kami berharap juga bisa mendapatkan manfaat yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, jika program MBG terealisasi, diharapkan dapat membantu siswa yang selama ini membawa bekal dari rumah agar lebih terfasilitasi dengan asupan gizi yang terstandar.

”Harapan ini tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga dari siswa, guru-guru, serta masyarakat, khususnya orang tua murid. Mereka sering menanyakan kapan sekolah ini bisa menerima MBG seperti sekolah-sekolah lainnya,” tutup Masdal Fitri. (*) 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Survei SMRC: Kepuasan pada Prabowo Turun ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan pada Prabowo Turun ke 44,5 Persen

Survei SMRC Oktober 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo 44,5 persen, sedangkan ketidakpuasan mencapai 53,4 persen.

Ratusan Relawan MBG Sumbar Gelar Aksi Damai, Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Ratusan Relawan MBG Sumbar Gelar Aksi Damai, Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Ratusan relawan MBG Sumbar menggelar aksi damai di DPRD Sumbar untuk meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan karena dinilai bermanfaat.

Loloskan SPPG Abal-abal hingga Markup Motor Listrik, Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan Kejagung

Loloskan SPPG Abal-abal hingga Markup Motor Listrik, Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan Kejagung

Kejagung menahan tiga mantan pimpinan BGN, termasuk Dadan Hindayana, dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer