Masa Pandemi Covid-19, Momentum Milenial Lakukan Perubahan

Anggota Komisi I DPR RI, Lodewijk F. Paulus mengatakan Covid-19 telah melanda sejumlah besar negara dan ternyata menjadi lebih buruk dari masalah ekonomi dan politik. Pandemi ini membuat teknologi memiliki banyak kemajuan. Pandemi membuat banyak hal berubah.

“Masyarakat dipaksa untuk melek teknologi agar semakin terbiasa terutama di masa pandemi,” kata Lodewijk yang saat ini juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Golkar.

Banyak perubahan yang begitu cepat terjadi akibat pandemi Covid-19 dan menjadi sejarah tersendiri bagi bangsa Indonesia. “Hal-hal yang sebelumnya kita tidak lihat atau belum lihat sebelum pandemi terkait penggunaan teknologi,” katanya saat menjadi pemateri dalam diskusi berbasis daring yang di selenggarakan oleh Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan tema “Cerdas Memanfaatkan TIK Dimasa Pandemi Covid-19” di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis mengungkapkan masa pandemi ini adalah masa perubahan. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran yang dihadapi, di antaranya kaum milenial bisa mengambil perannya dalam untuk menjadi agent of change.

Baca Juga:  Terapkan Prokes Ketat, Dimulai Hari Ini, UNP Gelar UTBK Gelombang 1

Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi (ISKI) Pusat ini menuturkan pandemi Covid-19 membuat akses platform digital secara signifikan. Memasuki tahun 2020, Katadata mencatat 51 persen konsumen baru yang pertama kali belanja daring saat PSBB dan 65 persen peningkatan penggunaan pembayaran secara digital.

“Teknologi digital benar menjadi kebutuhan primer, bukan lagi sebuah opsi. Seluruh bisnis dipaksa melakukan digitalisasi, sehingga persaingan bisnis semakin ketat,” ungkap Yuliandre.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa, Andre ini menambahkan saat ini memperluas wawasan dapat dilakukan dengan mudah melalui pemanfaatan webinar berbasis digital. Pertemuan dalam waktu bersamaan sendiri menjadi salah satu wadah untuk menyikapi situasi bagi seseorang yang bekerja secara daring.

“Dengan jam kerja yang sangat padat, adanya webinar seseorang dapat melakukan pertemuan tatap muka akan tetapi para pesertanya berada di lokasi yang berbeda-beda,” katanya.(rel)

Previous articleBertemu Mensos, Wako Sawahlunto Usulkan Revitalisasi Makam M. Yamin
Next articlePlt Wako: 112 P3K Harus Mampu Bawa Perubahan Birokrasi yang Baik