Mayat Laki-laki Ditemukan Mengambang

78
Petugas mengevakuasi jenazah laki-laki yang ditemukan mengambang di Sungai Batang Hari. (IST)

Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengambang oleh warga di aliran Sungai Batang Hari, Jorong Pulai Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (26/11). Kuat dugaan mayat tersebut korban terseret derasnya arus sungai.

“Saat ini kami belum mengetahui indentitas dari korban tersebut. Namun dari informasi yang didapat, korban yang hanyut berasal dari Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan. Kampung kecilnya Sampu. Kabarnya hanyut bertiga bersama temannya. Baru ditemukan dua orang di Batang Bangko. Jenazah akan dibawa ke RSUD untuk divisum,” kata Kabid Tarntibum Satuan Polisi Pamong Paraja dan Damkar Dharmasraya, Yunisman.

Dari keterangan Tim BPBD Dharmasraya yang berkordinasi dengan BPBD Solok Selatan, diketahui nama Jenazah Muhammad Khoirul Lambang alias Bambang, 37, warga Jorong Sampu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan- Sangir, Kabupaten Solok Selatan. “Dari hasil kordinasi, korban ini hanyut sejak Selasa (24/11) sekira pukul 16.30, saat korban memancing bersama tiga rekannya,” kata Kepala BPBD Dharmasraya, Eldison.

Dalam koordinasinya bersama BPBD Solok Selatan, korban yang hanyut di Batang Bangko Sangir itu, diketahui oleh saksi bernama Doni, 37, warga setempat. “Saat ini tim BPBD dari Solok Selatan tengah menuju ke RSUD Sungaidareh Dharmasraya, untuk menjemput jenazah,” jelasnya.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Agung Dikebut, Pariyanto Dorong Tuntas Tepat Waktu

Sementara, warga Jorong Sampu Nagari Lubuk Gadang, Sono, 49, yang berada di RSUD Sungaidareh menyebutkan, jenazah tersebut, warga satu nagari dengan dirinya yang telah diinformasikan oleh masyarakat Sampu padanya. “Dengan ciri-ciri tubuh, jenazah ini merupakan warga kita dari Jorong Sampu,” katanya sambil berkordinasi dengan Wali Nagari Lubuak Gadang Utara, Kecamatan Sangir.

Meski adanya pihak yang mengaku jenazah tersebut merupakan warga Jorong Sampau, namun pihak kepolisian dari Polsek Koto Agung Sitiung Satu, Dharmasraya, tetap melakukan visum. Bertujuan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.
“Meskipun ada yang mengatakan korban ini hanyut karena mancing dan warga dari Sampu,” kata Kapolsek Koto Agung, Sitiung, Iptu Hendriza.(ita)

Previous articleSumbar Dilanda Banjir dan Longsor
Next articleDokter Spesialis Olahraga SPH Ajak Warga Rutin ‘Latihan Fisik 30’