Memenuhi Hak Konsumen

23
GM PLN Sumbar Bambang Dwiyanto. (IST)

Bambang Dwiyanto
GM PLN Wilayah Sumbar

Tanggal 15 Maret diperingati sebagai hari Hak Konsumen se-Dunia (World Consumer Right Day). Peringatan ini berlaku di Indonesia, serta 130 negara lainnya. Peringatan Hari Hak Konsumen bemula dari pidato Presiden Amerika Serikat John F Kennedy di depan Kongres 15 Maret pada 59 tahun lalu.

Saat itu kira-kira JFK mengatakan, ”…konsumen adalah kelompok ekonomi terbesar, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hampir setiap keputusan ekonomi publik dan swasta. Namun, mereka adalah satu-satunya kelompok penting yang pandangannya sering tidak didengar….”.

Karena yang bicara seorang presiden, maka dampaknya besar. Setelah pidato itu, seorang aktivis hak konsumen mengusulkan agar dibuat hari khusus untuk memperingati hak-hak konsumen secara internasional. Tujuan peringatan Hari Hak Konsumen adalah sebagai momentum yang tepat bagi pelaku usaha untuk meningkatkan perlindungan terhadap konsumennya.

Konsumen adalah pihak yang paling penting demi keberlangsungan usaha.
Dari sisi konsumen peringatan ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap hak mereka, serta sebagai wujud nyata solidaritas masyarakat konsumen internasional.

Di Indonesia, perlindungan konsumen telah menjadi perhatian khusus. Buktinya dengan telah diundangkannya UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Di undang-undang ini diatur dengan jelas hak dan kewajiban dua pihak yaitu konsumen dan pelaku usaha.

Hak konsumen adalah; a. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; b. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; c. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; d. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.

e. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; f. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; g. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; h. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; i. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Hak konsumen merupakan kewajiban bagi produsen atau pelaku usaha. Pelaku usaha wajib memenuhi hak-hak konsumen tersebut jika tidak ingin konsumen lari dari produknya. Telah banyak contoh bagaimana sebuah produk yang semula mengalami masa kejayaan, tiba-tiba meredup karena produsen kurang memahami keinginan dan hak konsumen.

PLN sebagai badan usaha yang bertugas melayani masyarakat di bidang ketenagalistrikan terus berupaya memuaskan dan memberdayakan konsumen dengan memenuhi haknya. Dalam program transformasi PLN yang saat ini sedang digulirkan, terdapat empat strategi utama untuk mencapai visi yaitu green, lean, innovative dan customer focused.

Fokus pada konsumen menjadi salah satu inisiatif strategis PLN untuk menggapai cita-citanya menjadi perusahaan listrik terkemuka di Asia Tenggara dan nomor satu pilihan pelanggan untuk solusi energi.

Customer focused di sini diimplementasikan dengan melayani konsumen dengan kualitas layanan kelas dunia. PLN bertekad untuk memperbaiki kualitas layanannya sehingga menjadi kelas dunia, bukan kelas lokal, apalagi kelas kaleng-kaleng.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan digitalisasi layanan. Melalui media aplikasi new PLN mobile, maka berbagai fitur layanan PLN akan ada dalam genggaman pelanggan. PLN menyadari sepenuhnya bahwa keinginan pelanggan adalah listrik tersedia dengan tingkat mutu dan keandalan yang baik serta kemudahan dalam mendapatkan layanan lainnya.

Baca Juga:  Waspadai Hama pada Tanaman Hias Philodendron

Syukur Alhamdulillah ketahanan energi listrik di Provinsi Sumbar relatif bagus. Kita memiliki pembangkit listrik di lokal yang sangat cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Dan hampir 50% pembangkit di Sumbar berbasis energi terbarukan, seperti air dan panas bumi. Ini adalah modal dasar yang lujar biasa untuk melayani masyarakat konsumen dan memajukan daerah ini.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak, PLTA Maninjau, PLTA Batang Agam, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muaralaboh adalah beberapa pembangkit energi terbarukan. Selain itu, kita juga mendapat pasokan dari luar Sumbar dan memasok ke luar Sumbar melalui jaringan transmisi tenaga tinggi dan ekstra tinggi, atau sering kita sebut tol listrik.

Tol listrik menghubungkan pulau Sumatera menjadi satu sistem kelistrikan (sistem interkoneksi Sumatera) sehingga bisa saling suplai antar daerah sesuai kebutuhan dan permintaan konsumen. Semua demi kepuasan dan kenyamanan konsumen dalam menggunakan listrik untuk memudahkan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan produktivitas.

Setelah pasokan cukup, berikutnya adalah menjaga keandalan jaringan agar tetap bisa kontinyu mengirimkan listrik ke tempat konsumen. Pemeliharaan jaringan rutin wajib dilakukan. Menjaga agar tidak ada benda-benda yang menyentuh karena hal itu bisa menimbulkan gangguan listrik. Untuk itu, PLN sangat mohon kerja sama masyarakat agar merelakan dahan dan ranting pohonnya yang akan menyentuh jaringan listrik dipangkas.

Juga, dimohon agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Selain demi keselamatan kita, ini juga demi lancarnya transmisi dan distribusi listrik ke konsumen.
Demi kemudahan layanan, kini PLN memiliki aplikasi new PLN mobile. New PLN mobile adalah aplikasi yang memungkinkan layanan PLN dijangkau dari manapun. Aplikasi ini bisa diunduh di Playstore.

Setelah mengunduh kita bisa mendaftarkan maksimal empat nomor identitas konsumen sebelum kita berselancar untuk menikmati layanan kelistrikan. Berbagai fitur layanan tersedia seperti isi ulang token, bayar tagihan, pasang baru dan ubah daya, baca meter mandiri dan layanan pengaduan.

Terkait layanan pengaduan, keberadaan aplikasi PLN mobile menjadi istimewa karena kita sedang mengembangkan sistem penanganan dan informasi gangguan listrik agar respon time dan recovery time atas gangguan yang dialami konsumen dapat ditekan seminimal mungkin demi kepuasan konsumen.

Hal ini mensyaratkan konsumen telah menginstal aplikasi new PLN mobile, sehingga ketika terjadi gangguan listrik langsung mendapatkan notifikasi dari PLN dan info terkait penanganan gangguan tersebut. Nanun tentu PLN sangat concern menjaga keandalan dan mengantisipasi agar tidak terjadi gangguan listrik.

Karena itu, kami mengimbau para konsumen untuk dapat mengunduh aplikasi new PLN mobile di Playstore. Aplikasi ini sangat cocok apalagi di masa pandemi dan tuntutan untuk selalu menjaga jarak saat ini. Anda tidak perlu datang ke kantor PLN atau ke mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk meminta layanan dan melakukan transaksi.
Selamat Hari Hak Konsumen Internasional. Dirgahayu konsumen Indonesia. (*)

Previous articleSumbar Layak jadi Daerah Istimewa Minangkabau
Next articleUpaya Menekan Biaya Logistik, Jasa Angkut Harus Optimalkan Muatan