Mendesak, Sinkronisasi Provinsi dan Daerah

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah diapit Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy (kiri) dan Wakil Bupati Pessel Rudi Hariyansyah saat Rakor Sinkronisasi Pembangunan Daerah di aula Kantor Gubernur Sumbar, kemarin (9/3). (IST)

Pembangunan seluruh sektor menjadi prioritas Pemprov Sumbar. Untuk itu, sinkronisasi pembangunan antara provinsi dan kabupaten/ kota harus dilakukan, termasuk sinkronisasi pembangunan hingga ke tingkat pusat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan 2022 bersama bupati dan wali kota se-Sumbar di aula Kantor Gubernur, kemarin. Dalam rakor yang digelar selama 3 hari 8-10 Maret itu, gubernur berharap tercipta sinkronisasi kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Menurutnya, rakor perencanaan sangat penting dilakukan guna melakukan monitoring, evaluasi, pembinaan, sinkronisasi pelaksanaan program, serta kegiatan antara provinsi dan kabupaten/ kota. ”Ini adalah wadah membahas titik permasalahan pembangunan baik di provinsi, kabupaten maupun kota. Sehingga, lewat rakor lahir alternatif solusi untuk pembangunan lebih baik,” ujarnya.

Pada rakor hari kedua kemarin (9/3), diikuti enam kabupaten dan kota yakni, Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok dan Kota Solok. Seluruh kepala daerah hadir mengikuti kegiatan itu. Pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyampaikan program menyangkut sinkronisasi kegiatan dengan provinsi.

Kendala yang dihadapi Mentawai, menurut dia, di antaranya masih banyaknya kawasan blank spot. Dari empat pulau besar di Kepulauan Mentawai, yaitu Pulau Sipora, Pagai Selatan, Siberut, dan Pagai Utara, hanya Pulau Sipora yang sudah bisa terhubung dengan layanan internet. Itupun, masih banyak kawasan blank spot-nya.

Menyikapi itu, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbar, Jasman untuk menindaklanjuti persoalan jaringan internet di Mentawai tersebut. Dalam sesi diskusi, Jasman mengutarakan, jaringan internet di Sipora sebagai satu-satunya pulau yang mendapat layanan internet, pun belum optimal.

Meskipun ada rencana pembangunan fiber optic bawah laut oleh salah satu provider, namun belum ada kepastian kapan akan selesai. ”Maka dari itu, sesuai dengan regulasi terbaru pembangunan tower telekomunikasi, sudah langsung dari kabupaten/kota ke kementerian terkait, kita dari provinsi siap memfasilitasi,” ujar Jasman.

Yudas juga memaparkan bahwa substansi rencana pembangunan ekonomi masyarakat guna meningkatkan taraf ekonomi perlu peningkatan pengolahan hasil-hasil pertanian dan perikanan. Hal ini ditujukan agar terwujud perubahan struktur ekonomi Mentawai dari primer (pertanian, perikanan) ke industri pengolahan.

Guna mewujudkan transformasi ekonomi, menurut dia, terdapat beberapa prasyarat yang dibutuhkan seperti, ketersediaan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, sarana transportasi, ketersediaan air bersih, dan energi. ”Inilah yang menjadi hambatan utama. Oleh sebab itu, penyediaan infrastruktur dasar maupun infrastruktur pendukung ekonomi masih menjadi program utama Kepulauan Mentawai saat ini,” ujar Yudas.

Bupati Mentawai berharap dukungan Pemprov Sumbar melalui infrastruktur lainnya. Termasuk, sumber daya manusia (SDM) melalui pendekatan-pendekatan ekonomi kerakyatan. Dia berharap, pembangunan Bandara Rokot, Kecamatan Sipora Selatan bisa selesai dalam waktu 2-3 tahun mendatang. Pihak Pemkab Mentawai saat ini tengah mempersiapkan lahan, sedangkan masalah biaya semuanya dari pemerintah pusat. ”Kita bersyukur Pemprov Sumbar selalu memberikan dukungan dalam hal pembangunan Mentawai,” ucapnya.

Soal pembangunan Trans Mentawai sepanjang 360 kilometer, yudas menyebut, masih dalam tahap pembukaan. Untuk Pulau Sipora hampir semua desa sudah bisa dilalui melalui darat. Sementara itu, Pulau Siberut masih ada kendala.

”Pulaunya besar dan banyak penduduk yang tinggal di sana. Jadi, harapan kami bisa terselesaikan secepatnya,” kata Yudas. Selanjutnya, sektor pertenakan, pertanian dan perikanan, Yudas juga berharap, dorongan dan dukungan Pemprov Sumbar. Sehingga, pembangunan Mentawai bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menyikapi itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, pemprov bakal memanfaatkan SMK atau pun lulusan perguruan tinggi untuk bisa membangun Mentawai, termasuk tanaga kerja yang dikirim ke Jepang. Hal ini ditujukan untuk guna menyiasti persoalan SDM di Mentawai.

Dia juga menyetujui pembangunan menara jaringan telekomunikasi, maupun jaringan internet bisa maksimal. Bahkan, pembangunan menara atau tower telekomunikasi ini sudah menjadi prioritas bagi Mentawai. ”Kita harus dukung itu, supaya Mentawai tidak lagi tertinggal informasi,” tuturnya. Manyeldi juga menekankan bahwa ketersedian listrik di Mentawai sangat penting dalam pergerakan ekonomi masyarakat.

Sebetulnya, Mentawai sudah memiliki penerangan listrik dari PLTB yang hanya bisa menghidupkan lampu. Tidak termasuk, menghidupkan barang elektronik seperti TV. ”Kita segerakan fasilitasi dengan mendatangkan investor-investor untuk membangun pembangkit listrik di Mentawai,” imbuhnya.

Sementara itu, Wagub Sumbar Audy Joinaldy menekankan perlunya pengembangan sejumlah sektor di Mentawai di samping pariwisata. Daerah ini kaya akan potensi alamnya, dan perlu dikelola dengan matang. Seperti, lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan lobster pasir (Panulirus homarus) menjadi lobster potensial untuk dikembangkan lewat sistem budi daya perikanan di Mentawai. Kedua jenis lobster tersebut ada di Sipora dan Sikakap. ”Perlu kita sikapi segera, berikan peluang untuk ekspor ke luar negeri. Sangat disayangkan kalau tidak kita kelola dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Menteri PPN: Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Ditarget Tuntas 2024

Audy minta Pemkab Mentawai berupaya menggerakkan ekonomi masyarakat lewat peningkatan kapasitas wirausaha, dan melakukan pengembangan home industry, serta pariwisata berbasis desa dan masyarakat. Di antaranya, mendorong masyarakat membangun akomodasi seperti homestay. ”Karena, Mentawai memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan,” pungkasnya.

Pengembangan Wisata Pariaman
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar menyebutkan tiga program prioritas pembangunan di daerahnya. Yakni, pembangunan Pasar Pariaman yang sudah selesai dan diresmikan Presiden Jokowi akhir Maret 2021 ini. ”Insya Allah, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR meresmikan pasar ini pada 31 Maret mendatang,” ucap Genius.

Kedua, pihaknya memprioritaskan pengembangan pariwisata. Lewat, mendorong destinasi wisata lebih menarik memanfaatkan konsep alami memanfaatkan kayu untuk menggantikan plastik. Di samping itu, juga perlu dibuat kawasan wisata yang didukung pembenahan jalan lebar dan baik.

Genius juga meminta dukungan pemerintah dan pemerintah provinsi untuk men-support dana pembangunan Masjid Terapung Pariaman. ”Kita minta dukungan Pemprov Sumbar bisa memfasilitasi terkait kebijakan pusat dalam membantu kelanjutan pembangunan Masjid Terapung. Mengingat, Pariaman memiliki sejarah dan jalur masuk Islam pertama ke Sumbar,” ungkap Genius.

Menanggapi itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi sepakat dengan rencana pembangunan pengembangan pariwisata di Kota Pariaman. ”Kami sangat mendukung, dan memang perlu dibantu untuk mendorong pariwisata di Pariaman,” sebut Mahyeldi.

Dukungan penuh juga disampaikan Wagub Sumbar Audy Joinaldy. ”Kalau Pak wali kota bisa menfasilitasi, kita bisa mendatangi turis asing dan domestik untuk berpariwisata ke pulau-pulau kecil itu. Kalau perlu saya undang Aero Aswar juara dunia Jetski ke sini, yang juga orang Minang,” kata Audy.

Ia meminta Kadis Pariwisata Pariaman bisa mempersiapkan, karena Aero Aswar memang akan berkunjung ke Sumbar. Untuk itu, Pariaman bisa manfaatkan kesempatan itu. ”Semoga Pariaman dapat menggeliatkan perekonomian melalui pariwisata, walaupun kita masih dilanda pandemi Covid-19 yang mengakibatkan ekonomi kita melambat,” tuturnya.

Bangun Dua Unit SMK

Di sisi lain, Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah dalam rakor itu mengusulkan pembangunan dua unit SMK baru di Kecamatan Bayang, dan Kecamatan Lengayang, termasuk beasiswa terhadap mahasiswa perguruan tinggi.

”Saya juga berharap dibangun dua unit SMK baru. Dua unit SMK baru ini penempatannya di Kecamatan Bayang dan Lengayang. Sebab selain belum memiliki SMK negeri, dua kecamatan ini posisinya juga sangat strategis dan mudah dijangkau oleh kecamatan lainnya di Pessel,” tutur Rudi.

Selain itu, ia juga mengusulkan pemberian subsidi iuran komite sekolah bagi siswa SMA dan SMK kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. Dia juga Rudi juga menyampaikan berbagai usulan lainnya terkait pengembangan potensi bidang perikanan dan pertanian.

”Di Sumbar, Pessel juga memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pertanian. Akibat terlalu luas, kami meminta Pemprov Sumbar untuk melakukan program pembinaan kepada nelayan, bantuan alat tangkap, budidaya perikanan, serta modernisasi alat pertanian,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa jajarannya akan memberikan perhatian serius pada bidang pertanian, peternakan, infrastruktur, pariwisata dan budaya. ”Pessel salah satu daerah lumbung beras di Sumbar. Kami akan memberikan perhatian tinggi, serta juga melakukan pembenahan irigasi yang rusak dan distribusi pupuk yang mencukupi,” katanya.

Selain beberapa hal itu, pihaknya juga berencana membangun rest area di dua titik batas provinsi, seperti di Sako dan Silaut. ”Agar rencana itu tercapai, maka saya meminta kepada Pemkab Pessel agar dapat mempersiapkan lahannya untuk pembangunan infrastruktur tersebut,” ungkapnya. Selain itu, dia juga meminta sinergitas antara dinas terkait untuk membuat roadmap pembenahan Kerajaan Inderapura.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan bahwa Pessel memiliki potensi yang cukup besar dalam usaha di bidang perikanan seperti, budidaya lobster, udang dan ikan kerapu. ”Selain itu, kita juga tahu bahwa potensi di bidang peternakan Pessel dengan memiliki dua plasma nutfah asli. Yakni, itik bayang dan sapi pesisir. Ke depan, pemprov juga akan mengembangkan potensi ini,” pungkasnya. (wni/yon)

Previous articleRUU Pemilu tak Masuk Prolegnas 2021, Pemerintah Belum Ajukan RUU ITE
Next articleVerifikasi dan Validasi Guru Agama Honorer