Mentawai tak Ada Kasus Kematian Covid-19

ilustrasi. (IST)

Angka kematian pasien positif Covid-19 terus bertambah. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Sabtu (28/11), terjadi penambahan 5 pasien positif meninggal. Hingga kemarin, telah 19.670 warga Sumbar yang positif Covid-19.

Salah satunya, seorang personel polisi berdinas di Polres Tanahdatar meninggal terpapar Covid-19.”Penambahan konfirmasi positif sebanyak 11 orang. Kita juga menyampaikan duka cita, salah seorang warga kita yang terpapar meninggal dunia tadi pagi di RSUP M Djamil Padang. Berjenis kelamin laki-laki, petugas Polres Tanahdatar,” kata Kabid P2P Dinkes Roza Mardiah saat dihubungi, Sabtu (28/11).

Roza menyampaikan hampir seluruh kecamatan di Tanahdatar sudah terpapar Covid 19. Seperti Batipuh Selatan, Pariangan, Lima Kaum dan kecamatan lainnya. ”Kondisi minggu ke-38 pandemi Covid-19, Tanahdatar masih berada di zona oranye-risiko sedang (1,81 -2,40). Hal ini berdasar hasil perhitungan 15 indikator data onset periode 29 November sampai 5 Desember 2020,” ungkapnya.

Untuk update data, terjadi penambahan konfirmasi positif sebanyak 23 orang dan sembuh 3 orang. “Hari Minggu ini penambahan cukup banyak yakni 23 orang, yang tersebar di berbagai tempat dan munculnya klaster baru. Dengan kondisi ini, seharusnya meningkatkan kewaspadaan kita dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” tutur Roza Mardiah.

Tak Ada Kasus Kematian
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi satu-satunya daerah di Sumbar yang tidak ditemukan kasus kematian karena Covid-19. Pada minggu ke-37 lalu (22-29 November 2020), Kepulauan Mentawai membuat pencapaian menjadi yang terbaik melakukan penanganan Covid-19 masa pandemi di Sumbar.

Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapatkan skor tertinggi dalam minggu ke-37 masa pandemi di Sumbar. “Hal ini dipicu karena tingginya angka testing dan sedikit yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.
Jasman merinci, data kematian per kabupaten kota sampai minggu ke-37 Pandemi Covid-19 di Sumbar, Kabupaten Pasaman Barat meninggal 17 orang dari 307 warga terinfeksi (5,5%). Kabupaten Limapuluh Kota meninggal 12 orang dari 319 warga terinfeksi (3,8%).

Kota Pariaman meninggal 16 orang dari 448 warga terinfeksi (3,6%).Kabupaten Pasaman meninggal 7 orang dari 193 warga terinfeksi (3,6%). Kabupaten Tanahdatar meninggal 20 orang dari 621 warga terinfeksi (3,2%). Kabupaten Sijunjung meninggal 12 orang dari 418 warga terinfeksi (2,9%).

Kabupaten Padangpariaman meninggal 24 orang dari 834 warga terinfeksi (2,9%). Kabupaten Solok meninggal 12 orang dari 427 warga terinfeksi (2,8%). Kota Solok meninggal 9 orang dari 351 warga terinfeksi (2,6%).

Kabupaten Pesisir Selatan meninggal 18 orang dari 746 warga terinfeksi (2,4%). Kota Padang meningal 214 orang dari total 10.754 warga terinfeksi (1,99%). Kota Sawahlunto meninggal 4 orang dari 214 warga terinfeksi (1,9%). Kabupaten Agam meninggal 25 orang dari 1.390 warga terinfeksi (1,8%).

Baca Juga:  Prof Herri Lantik Pengurus KPN Kopertis Wilayah X

Kota Bukittinggi meninggal 13 orang dari 821 warga terinfeksi (1,6%). Kota Payakumbuh meninggal 8 orang dari 533 warga terinfeksi (1,5%). Kabupaten Dharmasraya meninggal 4 orang dari 327 warga terinfeksi (1,2%). Kota Padangpanjang meninggal 7 orang dari 593 warga terinfeksi (1,2%).

Kabupaten Solok Selatan meninggal 2 orang dari 184 warga terinfeksi (1,1%). Kabupaten Kepulauan Mentawai meninggal 0 orang dari 190 warga terinfeksi (0%). “Sampai minggu ke- 37 masa pandemi Covid-19 di Sumbar, persentase tertinggi kasus kematian pasien Covid-19 adalah Kabupaten Pasaman Barat (5,5%) dan terendah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia (0%),” tukas Kadis Kominfo Sumbar dan sejak 26 September 2020 selaku Pjs Bupati Solok Selatan.

Pasbar Bertambah
Di Pasaman Barat, kasus Covid-19 terus bertambah. Kemarin Minggu (27/11), Gugus Tugas Percepatan Penangangan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Pasaman Barat mengumumkan sebanyak 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Totalnya sudah mencapai 322 orang pasien. Sebanyak 85 orang masih isolasi/karantina, meninggal dunia 18 orang dan sembuh 219 orang.

“Ya, kasus positif Covid-19, totalnya sudah mencapai 322 orang. Minggu (29//1) informasi dari Laboratorium FK Unand terdapat 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sembuh tidak ada,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Penyebaran Covid-19 Pasaman Barat, Gina Alecia.

Saat ini juga telah dilaksanakan langkah cepat proses tracking untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Tentunya dengan selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti rajin mencuci tangan dengan air mengalir, selalu memakai masker, menjaga jarak serta menjauhi kerumunan,” ajaknya.

Sementara Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Emra Patria mengatakan, seluruh pengawas TPS di Pasbar telah melakukan rapid test terhadap 1.034 pengawas TPS. Hasilnya 62 pengawas TPS reaktif. Terhadap pengawas TPS yang dinyatakan reaktif telah diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Bagi mereka yang reaktif direncanakan rapid test tahap kedua pada 3 Desember.

“Rapid test ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini Covid-19, sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Seluruh pengawas TPS yang telah dilantik diwajibkan mengikuti rapid test di dua titik lokasi yang telah ditentukan. Nanti setelah dua kali rapid test hasilnya tetap reaktif, maka pengawas TPS dilakukan tes swab lagi. Kalau positif virus korona, maka terpaksa pengawas TPS itu diganti dengan yang lain,” katanya. (stg/wni/roy)

Previous article1.005 ASN Langgar Netralitas, 580 Orang Sudah Disanksi
Next articleAPBD Padangpanjang Rp 609 M, Anggaran Pokir Dewan Dihilangkan