Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga di Berok Nipah Padang, Air Setinggi Lutut

Randi Zulfahli
Penulis: Randi Zulfahli❯
Tangkapan layar banjir rob rendam pemukiman warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis pagi (21/5/2026). (Tiktok @wahe13_)
Tangkapan layar banjir rob rendam pemukiman warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis pagi (21/5/2026). (Tiktok @wahe13_)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM–Sejumlah rumah warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, terendam banjir rob akibat fenomena pasang laut yang terjadi, Kamis (21/5/2026). Genangan air laut mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan menggenangi pemukiman warga.

Fenomena banjir rob tersebut dipicu oleh tingginya pasang laut yang mengakibatkan air laut meluap masuk ke saluran pembuangan dan jalanan di kawasan tersebut. Kondisi ini menyebabkan sistem drainase lingkungan tidak mampu menampung volume air yang masuk, sehingga genangan meluas ke area permukiman masyarakat.

Berdasarkan tayangan yang dibagikan akun TikTok @wahe13_, terlihat genangan air laut telah menggenangi sebagian besar area pemukiman.

"Air pasang sedang naik atau banjir rob. Imbasnya masuk ke saluran pemukiman masyarakat. Saluran drainase tidak bisa lagi menampung, air masuk dari drainase lingkungan sekitar," ungkap pemilik akun dalam siaran langsung TikTok tersebut.

Pemilik akun tersebut juga menyampaikan bahwa banjir rob sudah berlangsung beberapa hari berturut-turut. 

Advertisement

"Udah beberapa hari ini kalau dilihat banjir rob ini terjadi. Airnya tinggi masuk ke pemukiman masyarakat, sampai selutut orang dewasa," jelasnya.

Banjir rob di wilayah tersebut biasanya terjadi sekitar pukul 07.00-08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.00 menjelang pukul 11.00 WIB. Memasuki pukul 12.00 siang, air mulai surut seiring turunnya permukaan air laut.

Analisis BMKG Maritim Teluk Bayur

Menanggapi situasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur memberikan penjelasan teknis mengenai pemicu utama hidrometeorologi di pesisir Kota Padang ini.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 17 Mei 2026, wilayah tersebut sempat dipengaruhi oleh kondisi Super New Moon (Bulan Baru Super).

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG: Hujan Petir Mengintai Perairan Sumbar, Gelombang hingga 2,5 Meter pada 24–27 September

BMKG: Hujan Petir Mengintai Perairan Sumbar, Gelombang hingga 2,5 Meter pada 24–27 September

BMKG memprakirakan hujan petir dan gelombang hingga 2,5 meter di perairan Sumbar pada 24–27 September 2026.

BMKG Ungkap Potensi Gelombang hingga 3,4 Meter di Perairan Sumbar 11–14 September

BMKG Ungkap Potensi Gelombang hingga 3,4 Meter di Perairan Sumbar 11–14 September

BMKG memprakirakan gelombang hingga 3,4 meter dan hujan petir di sejumlah perairan Sumbar pada 11–14 September 2026.

Gelombang 4 Meter Mengancam Perairan Sumbar, Meluas hingga 8 September

Gelombang 4 Meter Mengancam Perairan Sumbar, Meluas hingga 8 September

BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Sumbar yang berpotensi meluas hingga 8 September 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer