Kawasan Gajah Mada hingga Aiepacah Prioritas Penanganan Banjir

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat berbagai langkah strategis dalam upaya menuntaskan persoalan banjir yang masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan banjir, Pemko Padang menggelar audiensi dan rapat koordinasi bersama Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPBPK Sumbar, Jalan Batang Arau Nomor 86, Padang, baru-baru ini, dan menjadi forum penting untuk menyelaraskan program serta langkah strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menangani persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan Kota Padang.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Swesti Fanloni, Camat Padang Utara Sa’at, serta Camat Nanggalo David Ferdinand.
Dalam pertemuan tersebut, Maigus Nasir menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Padang.
Menurutnya, meskipun berbagai program pengendalian banjir telah dilaksanakan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir, masih terdapat sejumlah kawasan yang memerlukan perhatian khusus karena masih rentan mengalami genangan saat curah hujan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa persoalan banjir tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian, mobilitas warga, serta pelayanan publik di berbagai wilayah.
“Penanganan banjir merupakan salah satu tantangan terbesar yang saat ini dihadapi Kota Padang. Berbagai upaya telah dilakukan secara berkelanjutan, namun masih ada beberapa titik yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut,” ujar Maigus Nasir.
Menurutnya, sejumlah kawasan yang menjadi prioritas penanganan saat ini merupakan wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada tahun 2025 lalu. Kawasan tersebut masih membutuhkan berbagai intervensi pembangunan infrastruktur guna mengurangi risiko banjir pada masa mendatang.
Selain kawasan terdampak bencana hidrometeorologi, Pemko Padang juga memfokuskan perhatian pada beberapa kawasan padat penduduk yang selama ini menjadi titik langganan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




