
PADEK.JAWAPOS.COM - Merebaknya informasi mengenai dugaan pelaku kejahatan yang menggunakan modus menyerupai pocong untuk menakut-nakuti warga telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Kuranji bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Dubalang Kecamatan Kuranji menggelar patroli gabungan di sejumlah kawasan yang dianggap rawan, Kamis (4/6).
Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan begal berkedok pocong yang ramai diperbincangkan warga.
Menurutnya, informasi serupa tidak hanya beredar di Kecamatan Kuranji, tetapi juga dilaporkan muncul di sejumlah daerah lain di Sumatera Barat.
“Kebetulan kejadian ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Kuranji. Di daerah lain juga ada informasi kejadian serupa seperti di Pesisir Selatan dan sebagainya,” kata Rozaldi.
Ia menjelaskan, patroli gabungan dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mulai khawatir dengan isu tersebut.
Selain melibatkan unsur Forkopimcam dan Dubalang, pihak kecamatan juga mengajak para pemuda dan masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (poskamling) di masing-masing kelurahan.
Menurut Rozaldi, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
“Dalam kegiatan ini kami turut melibatkan para pemuda agar kembali mengaktifkan poskamling di masing-masing kelurahan sehingga fenomena seperti begal berkedok pocong dapat dihindari di Kecamatan Kuranji,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama beberapa waktu terakhir tingkat gangguan keamanan seperti tawuran di wilayah Kuranji menunjukkan tren penurunan. Namun munculnya isu dugaan begal berkedok pocong membuat pihaknya meningkatkan kewaspadaan bersama seluruh unsur terkait.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



