Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Panas Melanda Padang, Waspada Dehidrasi hingga Heat Stroke

S
Ilustrasi. (REZA/PADEK)
Ilustrasi. (REZA/PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Cuaca panas yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir berpotensi meningkatkan berbagai gangguan kesehatan pada masyarakat.

Risiko yang dapat muncul mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang merupakan kondisi darurat medis.

Masyarakat diimbau untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika suhu udara berada pada tingkat tertinggi.

Advertisement

Dokter sekaligus Pakar Kesehatan Lingkungan, Dr. Elsa Yuniarti, mengatakan, cuaca panas menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai mekanisme alami untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Kondisi tersebut mengakibatkan cairan dan elektrolit tubuh lebih cepat hilang.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah menunggu hingga merasa haus untuk mulai minum.

“Jangan menunggu haus untuk minum. Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi secara teratur agar terhindar dari dehidrasi,” ujar Elsa, Sabtu (6/6).

Advertisement

Ia menjelaskan, kebutuhan cairan orang dewasa umumnya berkisar antara 2 hingga 2,5 liter atau sekitar delapan hingga sepuluh gelas per hari. Namun, saat cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan, kebutuhan cairan dapat meningkat menjadi 3 hingga 4 liter per hari.

Selain memperhatikan jumlah air yang dikonsumsi, masyarakat juga dapat memantau kondisi hidrasi melalui warna urine. Menurut Elsa, urine berwarna kuning muda menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, warna urine yang lebih pekat menjadi indikasi bahwa tubuh memerlukan tambahan cairan.

Elsa menambahkan, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama cuaca panas berlangsung. Mereka adalah anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, pekerja lapangan, serta penderita penyakit kronis.

“Kelompok tersebut lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu lingkungan yang tinggi sehingga perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi maupun gangguan akibat panas,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer