Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demonstrasi Harus Murni, Bukan Alat Kepentingan Kelompok

N
Penulis: Novitri Selvia❯
Dirut Padang Ekspres, Mhd Nazir Fahmi saat menjadi narasumber pada program KABA PADEK Sore di Graha Pena, Lubukbuaya, Rabu (24/6). (DOK PADEK)
Dirut Padang Ekspres, Mhd Nazir Fahmi saat menjadi narasumber pada program KABA PADEK Sore di Graha Pena, Lubukbuaya, Rabu (24/6). (DOK PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Program KABA PADEK Sore yang tayang pada Rabu (24/6) menghadirkan Direktur Utama Padang Ekspres, Mhd Nazir Fahmi, sebagai narasumber. Dalam dialog yang dipandu Febi Tri Lianti tersebut, dibahas sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian publik, termasuk dugaan praktik pengondisian aksi demonstrasi mahasiswa dengan imbalan uang.

Dalam kesempatan itu, Fahmi menyoroti pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang mengaku menerima uang untuk mengondisikan aksi demonstrasi pada 15 Juni 2026. Menurutnya, isu semacam itu bukanlah fenomena baru dalam dinamika gerakan mahasiswa di Indonesia.

“Praktik seperti ini sudah ada sejak lama. Biasanya muncul di tengah kecamuk demo mahasiswa dan sering kali memanfaatkan masya­rakat awam,” ujar Fahmi.

Advertisement

Menurutnya, aksi de­mon­strasi sejatinya merupakan sarana bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan demokratis. Namun, ketika aksi tersebut ditunggangi kepentingan tertentu, substansi perjuangan dapat bergeser dan berpotensi mencederai idealisme mahasiswa sebagai agen perubahan.

Fahmi menyebut, berdasarkan informasi yang beredar, pihak Universitas Bung Karno melalui rektornya telah mengambil langkah de­ngan menonaktifkan oknum mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ia menilai langkah itu sebagai bentuk respons institusi pendidikan terhadap kritik dan perhatian publik.

Lebih lanjut, Fahmi me­ngingatkan mahasiswa agar tetap kritis dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan mo­men­tum demonstrasi.

Advertisement

“Mahasiswa jangan mau diperalat. Demonstrasi harus tetap menjadi sarana menyampaikan aspirasi secara murni dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain menyoroti peran mahasiswa, Fahmi juga menilai pemerintah, termasuk pemimpin negara, perlu bersikap bijak dalam menyikapi setiap aksi demonstrasi yang muncul di tengah ma­sya­rakat. Menurutnya, tidak semua aksi yang terjadi dapat langsung dipandang sebagai gerakan yang sepenuhnya independen.

Ia mengungkapkan bahwa kemungkinan adanya pe­ngondisian atau pengarahan massa juga dapat terjadi da­lam sejumlah demonstrasi­ di berbagai daerah, termasuk di Kota Padang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua aksi demons­trasi­ dilakukan dengan pola semacam itu.

“Misalnya ada kelompok yang menyampaikan isu tertentu, lalu muncul kelompok lain yang mengonter isu ter­s­e­but. Kadang situasinya terlihat seperti sudah terkoordinasi,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Seven Summits Sumbar jadi Perjalanan Parenting Inspiratif

Seven Summits Sumbar jadi Perjalanan Parenting Inspiratif

Program KABA PADEK Sore edisi­ Senin (29/6) menghadirkan wartawan senior, Two Efly, sebagai narasumber.

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kerja industri media massa. Di tengah derasnya arus informasi,

Pengeluaran Jangan Lebihi Pendapatan

Pengeluaran Jangan Lebihi Pendapatan

Kondisi ekonomi yang tidak menentu menuntut masyarakat untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer