
PADEK.JAWAPOS.COM -- Tim survei dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang melakukan kunjungan resmi ke Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Kamis (11/6), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-52. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus merancang program pengabdian yang tepat sasaran.
Tim survei terdiri atas lima mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Naila Hayati, M.A. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Ami, S.Pd, perwakilan Pemerintah Nagari Paninggahan, di kantor wali nagari setempat. Sementara itu, Ilham dipercaya sebagai ketua tim survei mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, Ami memaparkan kondisi terkini Nagari Paninggahan, mulai dari potensi sumber daya alam hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pascabencana galodo yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Ia menjelaskan, bencana gempa bumi dan banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu masih meninggalkan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat.
“Sudah lebih dari tujuh bulan berlalu, namun dampak gempa bumi dan banjir bandang tersebut masih sangat dirasakan oleh masyarakat. Berbagai aktivitas ekonomi sempat lumpuh, akses lalu lintas terhambat, dan lahan pertanian warga mengalami kerusakan parah,” ujarnya.
Menurut Ami, sejumlah lahan persawahan hingga kini masih tertimbun material longsoran sehingga belum dapat dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pertanian. Sementara itu, beberapa sawah yang masih layak tanam terkendala kerusakan saluran irigasi akibat bencana.
“Sebagian sawah sebenarnya masih bisa ditanami. Namun, kerusakan jaringan irigasi menyebabkan pasokan air ke lahan pertanian menjadi terganggu,” katanya.
Selain membahas dampak bencana, pertemuan tersebut juga menyoroti berbagai potensi yang dimiliki Nagari Paninggahan, seperti sektor pertanian, sumber daya manusia, serta peluang pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang dapat dikolaborasikan dengan mahasiswa KKN.
Dosen Pembimbing Lapangan UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Naila Hayati, M.A., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat sehingga program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Program KKN ini harus berlandaskan kebutuhan riil masyarakat. Mahasiswa diharapkan berani berkontribusi aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi warga, khususnya dalam upaya pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





