Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Melesat, Pengangguran malah Meningkat

Suryani
Penulis: Suryani❯
Suryani.
Suryani.

Advertisement

Catatan : Suryani - Wartawati Padang Ekspres

Surprise! Pemprov Sumbar mengklaim Ekonomi Sumbar pada kuartal 1 2026, melesat ke 5,02 persen. Padahal Bank Indonesia Sumbar memprediksikan hanya tumbuh di kisaran 4 persen. Mengingat pertumbuhan ekonomi Sumbar 2025 hanya 3,37 persen. Amblas. Terjun bebas. Tahun 2024 masih 4,36 persen.

Pemicunya bencana Hidrometeorogi akhir 2025. Banjir bandang dan galodo tak hanya meluluhlantakkan permukiman, infrastruktur  dan lahan pertanian. Tapi juga memporakporandakan sektor ekonomi. Makanya agak pesimis mematok agak tinggi untuk awal 2026.

Advertisement

Di luar dugaan bisa mencapai 5,02 persen. Memang momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi pendorong pergerakan ekonomi Sumbar.

Peningkatan konsumsi masyarakat saat Ramadhan menggairahkan sektor kuliner dan bahan makanan. Walau puasa, namun saat berbuka konsumsi umat muslim beragam.

Mulai minuman dan makanan berbuka sampai aneka lauk dan camilan yang berlebih dari biasanya. Acara buka bareng di luar juga membuat café, restoran, rumah makan ramai dan kebanjiran pesanan. 

Advertisement

Ribuan perantau Sumbar dari berbagai kota di Indonesia bahkan dari luar negeri pulang ke kampung halaman untuk berlebaran. Mereka membelanjakan uangnya selama beberapa hari.

Sehingga daya beli masyarakat meningkat. Usaha transportasi, hotel, restoran hingga pedagang kaki lima panen. Objek wisata ramai. PAD dari pariwisata pun meningkat. Sektor Perdagangan dan Konsumsi jadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 1,02%, selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Sektor akomodasi dan makan minum (mamin) tumbuh sangat kuat sebesar 17,77%, menunjukkan pemulihan dan pariwisata yang kembali bergairah. Sektor transportasi ikut terdongkrak. Jumlah penumpang angkutan udara melalui Bandara Internasional Minangkabau naik 4,82 persen.

Perolehan ini diakui sebagai selalu ada hikmah di balik musibah. Walau masih dalam suasana duka dan bencana namun tak membuat kita larut. Momen bangkit pascabencana melalui recovery ikut mendorong pergerakan ekonomi menjadi positif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI: Investasi Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI: Investasi Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

BAKOM RI mengungkap pergeseran struktur ekonomi Indonesia. Investasi berperan lebih besar, sementara ekonomi kuartal II 2026 tumbuh 5,2%>

Ekonom Paramadina Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Semu, Rupiah dan APBN Mulai Tertekan

Ekonom Paramadina Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Semu, Rupiah dan APBN Mulai Tertekan

Ekonom Paramadina menilai pertumbuhan ekonomi 5,61 persen belum kuat karena rupiah melemah dan tekanan APBN semakin besar.

Sufmi Dasco: DPR Kawal Regulasi Pro-Investasi, Kepastian Hukum Cegah PHK

Sufmi Dasco: DPR Kawal Regulasi Pro-Investasi, Kepastian Hukum Cegah PHK

DPR dorong kepastian hukum dan regulasi pro-investasi untuk meningkatkan kepercayaan investor, memperluas lapangan kerja, dan mencegah PHK.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer