CVR Sriwijaya Air Ditemukan, Ungkap Percakapan Pilot di Cockpit

406

Cockpit Voice Recorder atau CVR Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 lalu, telah ditemukan. Kepastian itu diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).

“Alhamdulillah Selasa (30/3/2021) malam pukul 20.00 WIB CVR Sriwijaya Air SJ-182 ditemukan di tempat yang tidak jauh dari tempat ditemukannya FDR (Flight Data Recorder),” kata Menhub Budi, Rabu (31/3/2021) siang.

Karena itu, Menhub Budi mengapresiasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Badan SAR Nasional, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, jajaran Kementerian Perhubungan, instansi terkait, dan para relawan serta masyarakat Kepulauan Seribu yang telah bahu-membahu berupaya maksimal dalam operasi pencarian baik korban, puing-puing pesawat, hingga kotak hitam FDR dan CVR.

Penemuan CVR ini adalah sebagai tindak lanjut operasi pencarian di mana pada 12 Januari 2021 FDR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah ditemukan. CVR adalah perekam audio yang mencatat rekaman percakapan pilot dan suara-suara yang timbul di area cockpit pesawat.

Data yang ada dalam CVR akan melengkapi data yang telah diperoleh sebelumnya dalam FDR.

“Data itu tentu berharga dan KNKT sudah menemukan banyak hal dari FDR. Investigasi akan paripurna apabila dilakukan penggabungan antara apa yg terjadi di cockpit yaitu pembicaraan antara pilot dan copilot dengan apa yang ada di FDR,” jelas Menhub seperti dilansir laman Kemenhub.

Pada kesempatan yang sama Menhub juga sempat menyerahkan temuan CVR kepada Ketua KNKT untuk proses investigasi lebih lanjut. Selanjutnya Menhub berharap KNKT dapat melakukan investigasi secara mendalam dan segera menyampaikan hasilnya.

“Harapan kami KNKT bisa melakukan suatu penelitian yang detail dan menyampaikan apa yang ditemukan dalam CVR ini. Saya harapkan ketua KNKT bisa melakukan dengan baik,” pintanya pada kesempatan dihadiri Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, dan sejumlah pejabat TNI/Polri dan Kemenhub.

Baca Juga:  Jalan Riau-Sumbar Tertimbun Longsor, Kendaraan Padat Merayap

Sementara itu Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan upaya pencarian VCR ini menggunakan kapal pengisap lumpur. Hal ini dilakukan karena lokasi pencarian CVR seluas 90 x 90 meter persegi ini dipenuhi lumpur.

Disampaikan Soerjanto selanjutnya CVR akan diteliti lebih lanjut dalam waktu sekitar 1 pekan.

“CVR ini nanti akan kita bawa ke laboratorium dan kita akan proses untuk pembacaan yang akan memerlukan waktu kurang lebih antara 3 hari sampai 1 minggu. Setelah itu akan kita gabungkan dengan apa yang kita temukan di FDR dengan apa yang terjadi di cockpit seperti yang terekam dalam CVR. Tanpa CVR kasus Sriwijaya SJ-182 ini akan sangat sulit ditentukan penyebabnya,” ujarnya.

Soerjanto menegaskan pihaknya akan menyampaikan hasil investigasi dan rekomendasi mengenai penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Dengan adanya rekomendasi dari KNKT diharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kami dari pemerintah memang serius melakukan investigasi dan sesuai dengan pesan Bapak Presiden untuk membuka se-transparan mungkin apa yang menjadi penyebab agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ucap Soerjanto.

Sebelumnya disampaikan, CVR dari pesawat Sriwijaya SJ-182 telah ditemukan pada Selasa, 30 maret 2021 pada pukul 20.05 WIB oleh tim KNKT. CVR berhasil tersedot oleh nozzle dredger Kapal Dredging King Arthur 8 di area sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182, dengan titik koordinat 5 57 51 LS dan 106 34 31 BT.

CVR kemudian diangkut oleh kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan KN. Alugara/P.114 ke Dermaga JICT II, Rabu (31/3/2021) siang.(rel)

Previous articleDiterapkan Mulai April, Perpanjangan SIM Cukup Lewat Ponsel
Next articleJelang Ramadan, Pemerintah Diminta Jamin Harga Kebutuhan Pokok Stabil