Tim Pusat Studi Bencana Unand Susul Tim PTB ke Mamuju dan Majene

Universitas Andalas (Unand) telah memberangkatkan Tim Pusat Tanggap Bencana (PTB) untuk membantu korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Kali ini Unand juga memberangkatkan Tim Pusat Studi Bencana (PSB) Unand ke lokasi yang sama.

Tim PSB ini langsung ditugaskan oleh Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri untuk melakukan studi investigasi dampak bencana gempa terhadap fasilitas kehidupan termasuk bangunan, prasarana jalan, dan elektrikan.

Menurut ketua tim PSB yang juga Direktur Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Andalas Prof. Dr. Eng. Fauzan menjelaskan, keberangkatan tim PSB bertujuan untuk memberikan kajian kepada pemerintah di sana tentang bagaimana memperbaiki bangunan yang rusak pascagempa.

“Kita berangkat ke lokasi gempa untuk membantu pemerintah di sana dalam memperbaiki bangunan yang rusak pascagempa. Jadi, tidak harus bangunan yang terdampak diruntuhkan. Kita akan melakukan sharing tentang rehabilitasi bangunan seperti memperbaiki pascagempa yang terjadi 2009 di Padang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan, tim yang berangkat berjumlah empat tim ahli di bidangnya masing-masing.

Baca Juga:  Kemendagri Siapkan Tim Ganti Dokumen

“Kita bertugas dari 3 – 9 Februari 2021, dan memberangkatkan empat orang tenaga ahli seperti Prof. Dr. Eng. Fauzan, Dr. Eng. Febrin Anas Ismail, Prof. Abdul Hakam, PhD, dan Muhammad Nasir, PhD,” jelasnya.

Seperti diketahui, gempa pertama berkekuatan M 5,9 terjadi di darat, tepatnya di 4 km arah barat laut Majene, Sulawesi barat. Penyebab dari gempa aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). Sementara gempa kedua dengan ukuran lebih besar kembali terjadi di daratan, dan memiliki sifat yang lebih merusak.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga ke beberapa daerah seperti Palu, Mamuju Tengah, Mamasa. Selain dua gempa tersebut, BMKG juga merekam terjadinya 28 gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. Kedua gempa besar yang telah terjadi tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Imbasnya, beberapa gedung perkantoran, ruko, hotel, juga puskesmas dilaporkan ada yang mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, ratusan rumah milik warga juga rusak, mulai dari tingkat ringan hingga berat.(*)