Siapkan Skenario Antisipasi Penyebaran Pandemi Korona saat Mudik

Presiden Jokowi ratas lewat telekonferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (2/4). (Foto: BPMI)

Skenario komprehensif dari hulu hingga hilir sebagai antisipasi mudik di tengah penyebaran pandemi virus korona (Covid-19) tengah disiapkan pemerintah.

Dari sisi hulu, jaring pengaman sosial atau bantuan sosial akan menjadi stimulus ekonomi, terutama masyarakat lapisan bawah di ibu kota. Di DKI Jakarta misalnya, ada 3,6 juta warga yang membutuhkan jaring pengaman sosial.

“Sudah diberikan oleh Provinsi DKI Jakarta 1,1 juta, artinya tinggal 2,5 juta (jaring pengaman sosial) yang perlu segera kita siapkan untuk dieksekusi di lapangan,” ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas lewat telekonferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (2/4).

Dalam rapat terbatas sebelumnya, presiden menjelaskan bahwa arus mudik yang lebih dini saat ini bukan didorong faktor budaya, melainkan berkurangnya sumber pendapatan warga yang menurun drastis di tengah kebijakan tanggap darurat. “Maka, jaring pengaman sosial merupakan satu hal krusial yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Apabila hal tersebut telah terpenuhi, maka upaya antisipasi selanjutnya dapat berproses di sisi tengah di mana pembatasan pergerakan orang dan menjaga jarak aman antarsesama akan lebih didisiplinkan.

“Ini sesuai protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat. Saya kira akan memberikan pengaruh besar terhadap jumlah yang positif Covid-19,” katanya.

Sementara di sisi hilir, presiden mengingatkan pengawasan dan pengendalian yang mesti dilakukan di tingkat daerah, terutama di level kelurahan atau desa.

Melalui pemantauan dan laporan yang diterima, presiden mulai melihat adanya pergerakan dan kesadaran warga untuk turut berupaya mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, sejumlah analisis memprediksi bahwa puncak penyebaran Covid-19 mungkin saja terjadi saat musim mudik di hari raya Idul Fitri.

Mencermati itu, presiden membicarakan alternatif opsi yang dapat ditempuh, seperti mengganti hari libur nasional di hari raya ke lain hari, dan memberikan fasilitas bagi arus mudik di hari pengganti tersebut.

“Ini dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin sebagai alternatif, mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya. Ini mungkin bisa dibicarakan,” katanya.(bpmi/esg)