Tambah Kapal Selam Untuk Tiga Armada

23
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) menginspeksi pasukan saat Upacara Pengukuhan Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) di Dermaga Koarmada I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (3/2/2022). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kemarin pagi (3/2), Yudo juga melantik Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan sebagai panglima Koarmada RI pertama.

Usai peresmian dan pelantikan tersebut, Yudo menjelaskan, Koarmada RI akan beroperasi di bawah komando panglima TNI. Sedangkan tanggung jawab pembinaan komando utama baru tersebut berada di bawah KSAL. “Ke depan secara operasional, Koarmada I, Koarmada II dan, Koarmada III nanti di bawah Koarmada RI,” terang dia.

Dengan rantai komando tersebut, tugas operasional seluruh komponen sistem senjata armada terpadu (SSAT) diyakini akan semakin efisien dan efektif. “Selama ini apabila (pimpinan) memberikan komando kepada Koarmada I, II, dan III. Kali ini cukup ke Koarmada RI,” imbuh Yudo. Bukan hanya operasi, rantai komando itu meliputi fungsi pembinaan.

Setelah Koarmada RI berdiri, Yudo ingin kemampuan tiga armada di Indonesia setara. Dari Koarmada I, II, sampai III. Kapasitas mereka dalam segala bentuk penugasan harus sama kuat. “Sehingga tidak ada lagi Koarmada I seperti ini, Koarmada II begini, Koarmada III seperti ini, tidak boleh. Jadi, harus sama pembinaannya setingkat Koarmada RI,” tegas orang nomor satu di TNI AL tersebut.

Tidak sampai di situ, satuan-satuan di bawah Koarmada I, II, dan III juga harus sama lengkap. Untuk itu, Yudo mengungkapkan bahwa nantinya Koarmada I dan Koarmada III akan diperkuat dengan satuan kapal selam. “

Yang selama ini kapal selam hanya ada di Koarmada II, nantinya dengan adanya Koarmada RI kapal selam akan kami bagi di Koarmada I, II, dan III,” jelas mantan panglima Komando Armada I tersebut.

Saat ini, TNI AL memiliki empat kapal selam. Semua bermarkas di Surabaya. Mereka bergerak di bawah Satuan Kapal Selam Koarmada II. Untuk memperkuat Koarmada I dan Koarmada III dengan kapal selam, TNI AL bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) berkomitmen untuk menambah jumlah kapal selam.

Baca Juga:  BBM Lancar Selama Lebaran, Andre Puji Pertamina

“Nantinya (kapal selam) pasti akan ditambah. Kemhan juga sudah berencana akan menambah pembelian kapal selam,” terang Yudo.

Walau belum tahu pasti jumlah kapal selam yang akan dibeli oleh Kemhan untuk TNI AL, Yudo tegas menyatakan bahwa berapapun jumlah kapal selam milik Angkatan Laut, seluruhnya akan dibagi ke tiga armada. Bukan hanya demi pemerataan kekuatan, keputusan itu diambil berdasar perkembangan lingkungan strategis dan mempertimbangkan ancaman.

Pejabat yang pernah bertugas sebagai panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I itu menyadari, melengkapi setiap Koarmada dengan satuan kapal selam berarti TNI AL harus menyiapkan sarana dan prasarananya. “Tentunya, membangun dermaga kapal selam tidak mudah. Ada persyaratan sarana dan prasarana yang memang betul-betul memadai,” kata dia.

Untuk itu, TNI AL sudah mulai melakukan kajian. Mereka juga telah bergerak untuk mencari tempat yang pas sebagai lokasi pembangunan dermaga kapal selam di wilayah tugas Koarmada I dan Koarmada III.

“Dan sekarang ini saya juga sedang lakukan survei pemilihan pangkalan kapal selam di wilayah barat dan di wilayah Koarmada III,” imbuh Yudo.

Lebih lanjut, Yudo menyampaikan bahwa pembentukan Koarmada RI merupakan salah satu bentuk respons TNI AL terhadap berbagai tantangan. Termasuk diantaranya tantangan di Perairan Natuna Utara.

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa situasi di LCS (Laut China Selatan, red) itu akan menjadi tantangan kita bersama,” ujar dia. Karena itu, TNI AL butuh komando utama yang dapat bergerak cepat. (syn/jpg)