CJH Diminta Siap Hadapi Keputusan Terburuk

33
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi. (net)

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi meminta calon jamaah haji (CJH) untuk mulai menata hati. Sehingga, siap menerima apapun keputusan pemerintah terkait penyelenggaraan haji 2021. Termasuk, keputusan tidak ada pengiriman jamaah haji seperti tahun lalu.

Keterangan tersebut disampaikan Zainut kepada wartawan di Jakarta, kemarin (3/5). Dengan hati yang tertata, jamaah nanti diharapkan tidak kecewa dan bisa legawa menerima keputusan pemerintah. Menurutnya haji itu seluruhnya domain dari Saudi selaku tuan rumah. Sedangkan Indonesia adalah tamu.

Politisi PPP itu mengatakan, sampai sekarang belum ada kepastian dari Arab Saudi soal penyelenggaraan haji tahun ini. Sementara itu, waktu yang tersedia untuk persiapan memberangkatkan haji semakin mepet. Selain itu juga terus menjalin komunikasi dengan otoritas di Saudi.

”Biasanya dalam kondisi normal, Ramadhan seperti ini semua persiapan sudah fix,” katanya. Baik itu persiapan di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Persiapan di Arab Saudi seperti akomodasi atau hotel, katering, dan transportasi. Meskipun begitu Zainut mengatakan Kemenag tetap berupaya untuk menyiapkan skenario penyelenggaraan haji untuk jaga-jaga jika diberi kuota oleh Saudi.

Baca Juga:  Hindari Petugas, Pemudik Sembunyi di Truk Sayur

Dia menegaskan, belum adanya keputusan haji dari Arab Saudi tidak hanya untuk Indonesia. Tetapi, juga kepada negara-negara pengirim jamaah haji lain di penjuru dunia. ”Belum ada satupun negara di dunia yang sudah mendapatkan kepastian haji 2021 dari Saudi,” tandasnya.

Zainut juga meminta tidak ada pihak manapun yang menyebarkan isu menyesatkan soal haji 2021. Di antaranya, belum kunjungnya kepastian kuota untuk Indonesia, karena pemerintah memiliki hutang biaya akomodasi di Saudi.

Dia mengatakan, isu tersebut jelas bohong. Pemerintah tidak pernah memiliki tunggakan hutang akomodasi haji. Zainut juga mengatakan kabar bahwa Saudi tidak kunjung memberikan kuota karena Indonesia vaksin Sinovac juga tidak benar. Selain itu kabar bahwa kondisi ini terkait dengan status hukum seseorang juga tidak benar.

”Semua ini murni karena pandemi Covid-19. Khusus di Arab Saudi dan di global,” katanya. Zainut mengatakan Arab Saudi tentu terus memantau perkembangan Covid-19 di negaranya. Selain itu juga di negara-negara pengirim jamaah haji, termasuk di Indonesia. (wan/jpg)

Previous article75 Pegawai KPK Terancam Diberhentikan
Next articleKhawatir Ekonomi Jeblok, PM India Ogah Lockdown